Pandemi Bikin Marak PHK, Klaim BP Jamsostek Naik Jadi Rp 36,5 T

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 14:39 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor ketenagakerjaan. Hal itu kemudian meningkatkan klaim atas berbagai asuransi pekerja salah satunya BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkap, lonjakan klaim imbas dari PHK tidak bisa dihindari. Pihaknya melaporkan, sepanjang tahun 2020 terjadi peningkatan klaim hingga 20,01% atau mencapai Rp 36,5 triliun.

Lonjakan klaim paling tinggi terjadi pada Jaminan Hari Tua (JHT) imbas PHK mencapai 15,22% atau sebanyak 2,2 juta pengajuan klaim dengan nominal yang juga melonjak 24,25% atau sebesar Rp 26,64 triliun.

Sehingga, total klaim JHT sepanjang 2020 mencapai Rp 33,1 triliun untuk 2,5 juta kasus, lalu Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 34,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,35 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 221,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,55 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 97,5 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 489,47 miliar.

Meski begitu, menurut Agus Susanto, di saat bersamaan terjadi peningkatan pada kinerja kepesertaan BP Jamsostek. Hingga akhir Desember 2020, kepesertaan BP Jamsostek meningkat menjadi total 50,72 juta pekerja.

Sementara dari sisi perusahaan peserta atau pemberi kerja mencapai 683,7 ribu perusahaan.

Melalui inisiatif Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI), BPJAMSOSTEK juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2020, PERISAI ini telah berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,6 juta peserta dengan total iuran Rp 364,2 miliar yang dilakukan oleh 4.694 PERISAI aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara untuk perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), terhitung Desember 2020, sebanyak 376,6 ribu PMI telah terlindungi oleh program BP Jamsostek dengan nilai iuran mencapai Rp 31,9 miliar.

"Walaupun banyak terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) akibat berkurangnya pendapatan usaha sebagai dampak dari pandemi COVID-19, BPJAMSOSTEK tetap dapat melakukan akuisisi peserta sebanyak 17,4 juta untuk tahun 2020," ujar Agus dalam keterangan resminya, Selasa (19/1/2021).

Bersambung ke halaman selanjutnya.