Merger Bank Syariah Bisa Kalahkan Qatar Hingga Saudi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 06:55 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menyuntikkan modal sebesar Rp 500 miliar ke BRI Syariah untuk memacu pertumbuhan bisnis. Modal disetor BRI Syariah saat ini sebesar Rp1,47 triliun atau naik dari posisi sebelumnya Rp979 miliar. File/detikFoto.
BRI Syariah/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Indonesia akan memiliki bank syariah terbesar. Ini karena tiga bank syariah milik BUMN yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah, dan BNI Syariah akan bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Penggabungan ini diharapkan bisa memperluas market share perbankan syariah di Indonesia saat ini. Selain itu BSI juga diharap bisa bersaing dengan bank syariah di luar negeri.

Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely dengan penggabungan ini diharapkan dalam peta perbankan di Indonesia, BSI akan menduduki ranking 7 atau 8 berdasarkan aset.

Dia mengungkapkan selain itu BSI juga akan menjadi salah satu dari 10 top global Islamic bank di dunia. "Bisa dijajarkan dengan Al Rayan Bank, Kuwait Finance House bank di Qatar dan Arab Saudi," jelas dia.

Menurut dia merger bank syariah ini tak hanya untuk skala namun juga skill ekonomi. Selain itu efisiensi biaya terhadap pendapatan rasio biaya secara kolektif akan membaik jika operasional skala aset disatukan.

Dorong Inovasi

Nawal menambahkan konsolidasi perbankan ini juga akan mendorong investasi teknologi, produk development, investment, good corporate governance yang bisa merealisasikan economic soft skill untuk nasabah perbankan syariah. Benefitnya dengan penggabungan ini, BSI akan memiliki 1.200 kantor cabang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan lebih efisien.

Kemudian 20 karyawan yang sudah bekerja akan menjadi champion untuk islamic banking. "Kita juga memiliki hasil penggabungan aset Rp 1.200 triliun dan DPK Rp 189 triliun. Jumlah ini harapannya layanan BSI kepada nasabah akan lebih baik," ujar dia.

Selanjutnya tahun ini proses konsolidasi mulai dijalankan. Ke depan sinergi mulai terasa dan bank syariah bisa menjaga relevansi, nasabah, sampai governance.

(ara/ara)