Pengembangan Pesawat BJ Habibie Dibiayai Surat Utang Syariah

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 13:06 WIB
Ilustrasi Pesawat R80
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tahun ini kembali berpartisipasi dalam pembiayaan proyek infrastruktur menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan pembiayaan melalui SBSN akan digunakan untuk pengembangan riset penerbangan dan antariksa. Salah satunya untuk laboratorium pengujian komponen pesawat (DO 160), dengan nilai proyek Rp 125 miliar untuk tahun 2020-2021.

"LAPAN mengusulkan pengembangan laboratorium pengujian komponen pesawat dengan anggaran Rp 125 (miliar) dan sampai Januari ini sudah sebagian terlaksana, tetapi sebagian terkendala oleh COVID sehingga dilaksanakan luncuran 2021," kata Thomas dalam Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengaku akan mengembangkan beberapa pesawat tahun ini yaitu N219 yang telah mendapat sertifikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), N219 Amphibi, N245, hingga pesawat R80 yang dirintis mantan presiden Indonesia BJ Habibie.

"Setelah N219 kami sedang mengembangkan pesawat N219 Amphibi, kemudian nanti N245 dan R80 dan mendukung pesawat tanpa awak MALE dan LAPAN sedang menyiapkan kerja sama dengan PT Garuda untuk pengembangan kargo drone," jelasnya.

Thomas berharap, dengan adanya laboratorium pengujian komponen pesawat itu dapat menumbuhkan kemandirian industri komponen pesawat dalam negeri, meningkatkan daya saing atau harga yang lebih kompetitif bagi pesawat produksi dalam negeri, dan mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan produk komponen pesawat dalam negeri.

Sebelumnya pada tahun lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menghapus sejumlah proyek strategis nasional (PSN) untuk menyesuaikan kondisi keuangan negara akibat pandemi Corona. Dari rencana semula sebanyak 245 proyek, hanya 89 yang dilanjutkan. Salah satu proyek yang dihapus adalah pengembangan pesawat R80 buatan BJ Habibie dan sebagai gantinya difokuskan pada pengembangan drone.

Selain itu, pembiayaan SBSN juga akan digunakan untuk pembangunan fasilitas stasiun bumi biak dengan anggaran Rp 150 miliar untuk tahun 2021-2022.

"2021 LAPAN mendapat anggaran SBSN untuk pengembangan fasilitas stasiun bumi biak dengan multiyears 2021 mendapatkan Rp 90 miliar dan 2022 Rp 60 miliar," tuturnya.

(zlf/zlf)