Restrukturisasi 2,8 Juta Nasabah, BRI Catatkan Outstanding Rp 186,6 T

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 19:57 WIB
RUPSLB BRI
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melaporkan hasil kinerjanya saat menjadi mitra pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Adapun berbagai bantuan yang diberikan BRI mencakup restrukturisasi kredit hingga subsidi bunga.

Dalam mendukung program PEN, BRI mendapatkan penempatan dana dari Pemerintah sebesar Rp 15 triliun yang telah memberikan dukungan likuiditas perseroan untuk menyalurkan kredit ke segmen UMKM. Pada stimulus restrukturisasi kredit atau keringanan kredit kepada para pelaku usaha yang terdampak COVID-19, per 31 Desember 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 2,8 juta nasabahnya dengan outstanding sebesar Rp 186,6 triliun.

"Sejumlah 95,5% di antaranya (penerima restrukturisasi kredit) adalah nasabah segmen mikro, konsumer kecil dan menengah," ujar Direktur Utama BRI Sunarso dalam Virtual Press Conference Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI, Kamis (21/1/2021).

Selain itu, BRI juga membukukan penyaluran kredit melalui sekam penjaminan kepada segmen kecil dan retail sebesar Rp 8,73 triliun yang diberikan kepada lebih dari 14.000 nasabah. BRI juga menyalurkan subsidi bunga kredit UMKM dari BRI sebesar Rp 5,46 triliun dan diberikan kepada lebih dari 6,5 juta penerima subsidi.

Sunarso juga memaparkan laporan hasil kinerja BRI terkait pemberian Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang telah disalurkan sejak Agustus 2020. BRI pun menjadi salah satu bank yang dipercaya pemerintah untuk menyalurkan bantuan tersebut.

"Penyaluran BPUM sebesar Rp 18,64 triliun kepada lebih dari 7,7 juta usaha mikro. Sedangkan untuk Kredit Usaha Rakyat Super Mikro sebesar Rp 8,66 triliun kepada lebih dari 985.000 nasabah (dan untuk) penyaluran subsidi gaji sebesar Rp 6,45 triliun kepada lebih dari 5 juta penerima," ungkap Sunarso.

Di sisi lain, upaya penyelamatan UMKM yang dilakukan oleh BRI, juga mampu diimbangi oleh kinerja positif perseroan yang dapat dilihat dari laporan keuangan konsolidasian BRI pada triwulan 3 tahun 2020.

Seperti total aset BRI yang mampu tumbuh 10,9% (YoY) hingga mencapai Rp 1.447,85 triliun dengan penyokong utamanya adalah kredit yang tumbuh sebesar 4,9% (YoY) menjadi Rp 935,35 triliun.

"Kredit yang dimaksud sebagian besar merupakan kredit kepada segmen UMKM yang komposisinya mencapai 80,6% dari total kredit yang diberikan BRI. Hal ini sejalan dengan rencana perseroan untuk lebih fokus tumbuh pada segmen UMKM khususnya segmen mikro," imbuh Sunarso.

Dalam RUPSLB tersebut, BRI juga menegaskan fokus BRI untuk membangkitkan UMKM melalui perubahan nomenklatur dan pengurus perusahaan. Adapun selain merubah nomenklatur, dalam RUPSLB tersebut menyetujui beberapa perubahan.

Di antaranya adalah perubahan Anggaran Dasar Perseroan, mengukuhkan pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN RI No. PER-08/MBU/12/2019 dan Peraturan Menteri BUMN RI No. PER-11/MBU/11/2020, menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali saham (buyback), serta menetapkan pengurus baru atau direksi perseroan.

(akn/hns)