BRI Bidik Pertumbuhan Kredit 7% di 2021

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 12:59 WIB
Dirut BRI Sunarso
Foto: BRI
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini 6-7%. BRI optimistis menghadapi tahun ini karena melihat sinyal pemulihan ekonomi di kuartal IV-2020.

"Secara corporate kita masih akan fokus ke pertumbuhan di mikro. Loan growth pun tahun 2021 kami set di kisaran 6% sampai 7%. Driver-nya tentunya masih dari segmen mikro dan kecil," kata Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno dalam teleconference, Jumat (29/1/2021).

Loan to deposit ratio akan berada di kisaran 85%. Kemudian, untuk NIM akan dijaga pada 6,3%.

"Loan to deposit sendiri kita melihat ruang likuiditas masih terbuka lebar, sehingga LDR di kisaran 85%. Untuk NIM kita melihat masih ada ruang penurunan cost of fund, sehingga NIM dapat kita jaga di kisaran kurang lebih 6,3% di 2021," tambahnya.

"Untuk sumber pendapatan lainnya, dalam hal ini adalah fee income, kita melihat bahwa ada upaya digitalisasi yang sudah konsisten kita lakukan beberapa tahun terakhir itu akan membantu pertumbuhan fee base income kita di kisaran kurang lebih 8%," sambungnya.

Pihaknya menjaga rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) plus minus 3%. Dia mengatakan, BRI masih memonitor secara ketat restrukturisasi kredit yang telah berjalan dari tahun 2020.

"Untuk NPL kita masih monitor dengan ketat progres dari restrukturisasi yang kita bawa dari tahun 2020, tapi plus minus 3% pasti akan kita jaga," tambahnya.

(acd/ara)