Round-Up Berita Terpopuler

Hasil Pemeriksaan 92 Rekening FPI, Pasar Muamalah Pakai Dinar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 31 Jan 2021 20:59 WIB
Rekening FPI Diblokir PPATK
Foto: Rekening FPI Diblokir PPATK (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyelesaikan analisis dan pemeriksaan terhadap 92 rekening Front Pembela Islam (FPI) dan yang terkait FPI.

"Sesuai dengan kewenangan dan jangka waktu yang diberikan oleh Undang-Undang, PPATK telah menyelesaikan proses analisis dan pemeriksaan terhadap 92 rekening FPI dan pihak terkait FPI yang telah dilakukan proses penghentian sementara transaksi," kata Kepala PPATK Dian Ediana Rae dalam keterangan yang diterima detikcom, Minggu (31/1/2021).

Dia menjelaskan, tindakan penghentian transaksi dilakukan dalam rangka untuk memberikan waktu yang cukup bagi PPATK untuk melakukan analisis dan pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut pasca ditetapkannya FPI sebagai organisasi terlarang.

Berita mengenai hasil pemeriksaan rekening FPI ini menjadi salah satu berita terpopuler di detikcom. Berita lain yang menyita perhatian banyak pembaca ialah pemilik lahan Pasar Muamalah di Depok, Zaim Saidi menegaskan praktik dagang di tempatnya tidak bertentangan dengan hukum.

Tak hanya itu, langkah Indonesia yang akan menerapkan sistem transaksi tol non tunai tanpa berhenti juga paling banyak dibaca. Simak berita selengkapnya di sini.

1. Hasil Pemeriksaan Rekening FPI

Hasil analisis dan pemeriksaan PPATK terhadap 92 rekening FPI dan yang terkait FPI telah disampaikan ke penyidik Polri. Berdasarkan koordinasi dengan penyidik Polri diketahui adanya beberapa rekening yang akan ditindaklanjuti dengan proses pemblokiran karena adanya dugaan melawan hukum.

"Hasil analisis dan hasil pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut telah disampaikan kepada penyidik Polri untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan penyidik Polri, diketahui adanya beberapa rekening yang akan ditindaklanjuti penyidik Polri dengan proses pemblokiran karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum," papar Kepala PPATK Dian Ediana Rae.

Selanjutnya, PPATK akan tetap memberikan dukungan dan berkoordinasi dengan penyidik mengenai adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang melibatkan FPI tersebut.

"PPATK masih tetap dapat melakukan fungsi intelejen keuangan berdasarkan UU No.8 Tahun 2010 dan UU No.9 Tahun 2013 terhadap rekening-rekening terkait apabila di kemudian hari menerima Laporan Transaksi Keuangan yang Mencurigakan (LTKM) dan/atau sumber informasi lainnya," ujarnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Blak-blakan Kepala PPATK: Rekening FPI hingga Isu Pencucian Uang"
[Gambas:Video 20detik]