Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 66 T dari PEN, Terbanyak di Jawa

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 12:46 WIB
Gedung Bank Mandiri Pusat, Jl Gatot Subroro
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah menggelontorkan sejumlah program pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui perbankan. Salah satu bank BUMN yang jadi mitra penyalur program bantuan tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk.

Lantas, bagaimana realisasi penyalurannya selama 2020 lalu?

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Darmawan Junaidi mengungkapkan sampai akhir 2020, penyaluran kredit PEN dari Bank Mandiri mencapai Rp 66,6 triliun.

"Bank Mandiri mencatatkan terus bisa melihat momentum untuk pemulihan ekonomi nasional antara lain, aktivitas penyaluran kredit PEN sebesar Rp 66,6 triliun kepada lebih dari 268 ribu debitur," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (4/1/2021).

Selanjutnya, Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo merinci total dana PEN sebanyak itu telah disalurkan kepada beberapa segmen salah satunya UMKM.

"Di segmen UMKM Bank Mandiri menyalurkan Rp 42 triliun kepada lebih dari 265 ribu debitur. Sedangkan di segmen non-UMKM Bank Mandiri menyalurkan Rp 24,6 triliun kepada lebih dari 3 ribu debitur," terang Sigit.

Dari sisi sektornya, dana sebesar itu dibagi-bagi kepada beberapa sektor di antaranya Rp 23,4 triliun kepada sektor perdagangan, Rp 16,5 triliun kepada sektor pengolahan, Rp 8,5 triliun kepada sektor pertanian dan kehutanan, Rp 4,5 triliun untuk sektor konstruksi dan sisanya Rp 13,7 triliun untuk sektor lainnya.

Sedangkan, bila dirinci lagi berdasarkan wilayahnya, kredit PEN dari Bank Mandiri paling banyak disalurkan ke wilayah Jawa yaitu mencapai Rp 42,9 triliun atau 64% dari total kredit PEN yang disalurkan kepada 162.948 debitur (61% dari total debitur).

Disusul wilayah Sumatera mencapai Rp 12,6 triliun (19%) kepada 57.210 debitur (21%), Kalimantan mencapai Rp 4,7 triliun (7%) kepada 15.640 debitur (6%), Sulawesi dan Malulu mencapai Rp 3,6 triliun (5%) kepada 18.904 debitur (7%), Bali dan Nusra mencapai Rp 2,1 triliun (3%) kepada 11.168 debitur (4%), dan Papua mencapai Rp 0,8 triliun (1%) kepada 2.989 debitur (1%).

Bank Mandiri juga mendukung program relaksasi dan restrukturisasi kredit. Sepanjang 2020, realisasi restrukturisasi kredit bagi terdampak COVID-19 yang dilakukan Bank Mandiri mencapai Rp 123,4 triliun kepada 543.758 debitur.

"Di mana 62% di antaranya merupakan debitur UMKM (Rp 33,9 triliun telah disetujui)," paparnya.

Sedangkan, restrukturisasi kepada non-UMKM yang telah disetujui mencapai Rp 89,6 triliun kepada 206.939 debitur. Oleh karena itu, posisi Baki Debet Kredit Restrukturisasi Bank Mandiri sampai akhir 2020 lalu sebesar Rp 93,3 triliun.

"Update dari Baki Debet saat ini sudah menurun menjadi Rp 93,3 triliun di akhir tahun 2020," imbuhnya.

Tonton Video "Realisasi Dana PEN 2020 Tak akan Capai 100%, Bagaimana Sisanya?"

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)