Restrukturisasi Kredit BNI Tembus Rp 123 T Selama 2020

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 13:38 WIB
Gedung BNI
Foto: dok BNI
Jakarta -

Pemerintah menempatkan dana Rp 7,5 triliun kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Menurut Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, pihaknya sudah menyalurkan uang tersebut dalam bentuk kredit dengan nilai 3,7 kali lipat dari dana yang ditempatkan. Sehingga sampai akhir 2020 BNI tercatat telah menyalurkan kredit PEN hingga Rp 28,01 triliun kepada 150.278 debitur atau nasabah.

"BNI aktif mendukung program PEN pemerintah. Itu kami lakukan melalui penyaluran kredit, restrukturisasi kredit serta program lainnya seperti bantuan sosial," ujar Royke dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Selanjutnya, Direktur Manajemen Risiko David Pirzada merinci kredit PEN itu paling banyak disalurkan kepada segmen usaha kecil mencapai 150.223 debitur.

"Penyaluran kredit PEN tersebut didominasi oleh segmen kecil sebesar lebih dari Rp 23,3 triliun pada lebih dari 150 ribu debitur," kata David.

BNI juga berperan dalam melakukan restrukturisasi kredit pada para terdampak pandemi COVID-19. Adapun realisasi restrukturisasi kredit BNI sepanjang 2020 mencapai Rp 123 triliun, yang terdiri dari segmen konsumer 9%, usaha kecil 27,3%, menengah 20,5%, dan korporasi 43,2%.

Sektor usaha yang mendapat keringanan adalah manufaktur, perdagangan, agrikultur, konstruksi, dan lain-lain.

"BNI sudah merealisasikan restrukturisasi sebesar Rp 123 triliun yang didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 27%, perdagangan, restoran dan hotel sebesar 15,4% dan sektor pertanian sebesar 12,6%. Dari nominal kredit yang mendapat restrukturisasi porsi (paling banyak) segmen UMKM adalah sebesar 27,3%," paparnya.

Selain itu, BNI juga terus serta memberi penjaminan kredit kepada UMKM mencapai Rp 3 triliun untuk 2.553 debitur. Subsidi bunga UMKM mencapai Rp 1,05 triliun untuk lebih 246.000 debitur. Penjaminan kredit korporasi padat karya mencapai hanya Rp 130 juta untuk 2 debitur.

Selanjutnya, bantuan produktif usaha mikro mencapai Rp 10,04 triliun untuk 4,1 juta penerima, kartu pra-kerja mencapai Rp 21,27 triliun untuk 5,9 juta penerima, dan terakhir program sembako mencapai Rp 17,1 triliun untuk 7,9 juta penerima.

Saksikan juga video "Sri Mulyani Sebut Dunia Usaha Pingsan Gegara yang Kredit Makin Dikit":

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)