Pegadaian Ikuti Asesmen Menjadi Pelopor Industri Keuangan 4.0

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2021 11:16 WIB
Pegadaian Ikuti Asesmen Menjadi Pelopor Industri Keuangan 4.0
Foto: Dok. Pegadaian
Jakarta -

PT Pegadaian (Persero) terpilih untuk menjadi salah satu perusahaan BUMN sektor jasa keuangan yang dipersiapkan menjadi pelopor revolusi industri 4.0 dalam meningkatkan daya saing industri melalui transformasi digital. Untuk mewujudkannya, Pegadaian melakukan Kick Off Assessment INDI 4.0 oleh Kementerian Perindustrian sebagai asesor secara virtual Kamis, (4/2) kemarin.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan digitalisasi merupakan kebutuhan bagi perusahaan. Menurutnya, ini penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam industri keuangan, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang memerlukan layanan secara digital. Oleh karena itu pihaknya konsisten melakukan transformasi digital di semua lini bisnis.

Ia pun mengungkap Pegadaian sangat mendukung program pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi digital di era industri 4.0 ini. Ia menambahkan, Pegadaian juga berperan aktif mengikuti asesmen ini.

"Kami berharap asesmen ini berjalan dengan baik sesuai harapan, sehingga Pegadaian menjadi perusahaan jasa keuangan pertama di lingkungan BUMN yang lolos asesmen INDI 4.0. Di samping itu kami juga akan mendapatkan masukan berdasarkan hasil asesmen dalam melakukan pengembangan secara berkelanjutan," ucap Kuswiyoto dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).

Kuswiyoto menilai era industri 4.0 turut menciptakan peluang untuk mengembangkan produk baru sesuai dengan potensi perusahaan, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan teknologi. Baginya, kemajuan teknologi mendorong Pegadaian melakukan inovasi-inovasi baru. Baik itu berupa produk maupun layanan yang dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami akan terus berinovasi dan mengembangkan produk baru, yang tentunya menyasar pada dinamika kebutuhan masyarakat. Perusahaan tetap mengembangkan produk berbasis gadai sebagai bisnis inti, sekaligus meningkatkan komposisi bisnis non-gadai. Kami juga mendorong regenerasi demografi nasabah ke arah nasabah pada segmen milenial," imbuhnya.

Ia pun mengungkap Pegadaian telah bekerja sama dengan beberapa e-commerce di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menggaet nasabah milenial sekaligus memperluas channel tabungan emas.

Lebih lanjut, Kuswiyoto menilai titik terpenting dalam proses pengembangan teknologi dan digitalisasi ini adalah bagaimana mengintegrasikan keseluruhan aplikasi baik di sisi front end maupun back end. Demi memberikan pengalaman (experience) yang baik bagi pelanggan baik internal maupun eksternal.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Badan Penelitian & Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Sony Sulaksono menjelaskan sesuai arahan Presiden, Making Indonesia 4.0 telah diluncurkan pada 4 April 2018. Dengan diawali pengimplementasian program tersebut di sektor manufaktur.

"Pegadaian merupakan perusahaan jasa keuangan pertama yang bisa menerapkan revolusi industri 4.0 dalam beberapa aspek diantaranya manajemen dan organisasi, SDM dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasi perusahaan. INDI 4.0 akan menjadi alat untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi. Pegadaian akan menjalani asesmen dengan menilai 5 aspek sebagai tolak ukur utama untuk menilai kesiapan sebuah industri," ungkap Sony.

Adapun Pegadaian telah menciptakan produk berbasis digital untuk mewujudkan revolusi industri 4.0. Di antaranya Pegadaian Digital Sistem, Gadai Efek (Gadai Saham), G-Cash (Virtual Account Pegadaian), dan Gadai on Demand (pick up dan delivery barang yang ditujukan bagi nasabah yang tidak sempat datang ke Pegadaian). Serta melakukan perluasan segmen distribution channel yang bekerja sama dengan beberapa perbankan di Indonesia.



Simak Video "Kemenparekraf Prediksi Google Cloud Jadi Killer App di Masa Mendatang"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)