Apa Itu Uang Redenominasi yang Viral Bergambar Jokowi?

ADVERTISEMENT

Apa Itu Uang Redenominasi yang Viral Bergambar Jokowi?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 08 Feb 2021 11:47 WIB
Jakarta -

Jagat maya dihebohkan dengan munculnya uang rupiah baru. Di satu sisi uang itu terpampang gambar setengah badang Presiden Joko Widodo (Jokowi), di sisi lainnya bergambar Istana Negara. Uang baru itu direkam dengan narasi redenominasi.

Bank Indonesia (BI) menegaskan hingga saat ini belum meluncurkan rupiah baru yang sudah diredenominasi. Pernyataan itu menanggapi viralnya video redenominasi di media sosial.

"Wah kacau, ngawur aja tuh orang-orang," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono kepada detikcom, Senin (8/2/2021).

Tapi, apa sebenarnya redenominasi itu?

Dikutip dari situs Bank Indonesia, redenominasi rupiah adalah tindakan penyederhanaan dan penyetaraan nilai mata uang saat kondisi ekonomi stabil serta sehat.

Tindakan redenominasi dilakukan dengan menghilangkan beberapa angka nol pada nilai uang atau barang, sehingga menyederhanakan penulisan nilai barang, jasa, dan uang.

Penyederhanaan penulisan berdampak pada sistem akuntansi dan pembayaran yang lebih simpel, tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

Menurut Darmin Nasution yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2010-2013, redenominasi tidak akan merugikan masyarakat. Nilai uang terhadap barang atau jasa tidak akan berubah karena yang terjadi hanya penyederhanaan.

Sementara menurut definisi yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengubah nilai tukarnya. Patut untuk diketahui redenominasi berbeda dengan sanering. Sanering berarti pemotongan nilai uang.

Redenominasi rupiah bukan barang baru di Indonesia. Pemerintah pernah melakukan itu pada 13 Desember 1965. Kebijakan tiba-tiba tersebut dilakukan dengan menerbitkan pecahan Rp 1 dengan nilai atau daya beli masyarakat setara Rp 1.000 lama. Aturan itu berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 27 Tahun 1965 yang bertujuan mewujudkan kesatuan moneter di wilayah Indonesia.

(toy/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT