Bukan Hoax, Negara-negara Ini Sudah Lakukan Redenominasi Mata Uang

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 08 Feb 2021 15:01 WIB
Redenominasi
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta -

Indonesia dipastikan belum melakukan redenominasi terhadap rupiah. Bila ada kabar yang menyatakan sebaliknya dipastikan hoax. Seperti yang baru-baru ini, beredar di media sosial uang kertas baru bergambar setengah badan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Info liar tersebut langsung dibantah oleh Bank Indonesia (BI). BI menegaskan hingga saat ini belum ada rupiah baru yang sudah diredenominasi.

Masyarakat masih perlu bersabar untuk bertransaksi menggunakan rupiah yang angka nol-nya sudah dipangkas. Sementara itu, beberapa negara sudah ada yang melakukan redenominasi lebih dulu. Apa saja?

Dalam catatan detikcom, beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi yaitu Turki, Rumania, Polandia, dan Ukraina.

Turki mulai menerapkan redenominasi pada tahun 2005. Mata uang Lira (TL) dikonversi menjadi Lira baru dengan kode YTL. Kala itu, konversi mata uang lama ke baru dilakukan dengan menghilangkan 6 angka nol. Kurs konversi adalah 1 YTL untuk 1.000.000 TL.

Penerapan redemoninasi di Turki dilakukan dengan sangat hati-hati. Prosesnya pun berlangsung selama 7 tahun. Dalam prosesnya, pemerintah Turki sangat memperhatikan stabilitas perekonomian dalam negeri.

Pada tahap awal, mata uang TL dan YTL beredar secara simultan selama setahun. Kemudian mata uang lama ditarik secara bertahap digantikan dengan YTL. Pada tahap selanjutnya, sebutan 'Yeni' pada uang baru dihilangkan sehingga mata uang YTL kembali menjadi TL dengan nilai redenominasi. Selama tahap redenominasi, keadaan perekonomian tetap terjaga. Inflasi Turki pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 juga tetap stabil di kisaran 8-9%.

Namun, tak semua negara berhasil ketika melakukan redenominasi. Sebut saja Rusia, Argentina, Zimbabwe, dan Korea Utara yang tercatat gagal melakukan redenominasi. Brasil pun pernah gagal melakukan redenominasi, namun akhirnya berhasil pada tahun 1994.

Kegagalan negara-negara tersebut diakibatkan oleh waktu yang tidak tepat. Redenominasi yang seharusnya dilakukan dalam kondisi perekonomian yang stabil, justru diterapkan negara-negara tersebut pada saat kondisi perekonomian tidak stabil dan memiliki tingkat inflasi yang tinggi.

Korea Utara memenggal angka nol di mata uang won, dari 100 won menjadi 1 won pada tahun 2009. Kegagalannya ialah stok mata uang baru yang terbatas. Pasalnya, ketika warga hendak menggantikan uang lama won ke uang baru, stok uang baru tidak tersedia.

Keberhasilan Brasil melakukan redenominasi pada tahun 1994 diraihnya dengan mengarungi proses yang cukup lama dan juga kegagalan yang pernah menghampiri. Pada tahun 1986-1989, negara tersebut pernah gagal melakukan redenominasi.

Saksikan juga 'Heboh Uang Rupiah Redenominasi Bergambar Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)