Sektor Properti Masih Menggeliat, Laba BTN Naik Jadi Rp 1,6 T

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 22:09 WIB
Plt. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu (tengah) didampingi Jajaran Direksi Bank BTN Setiyo Wibowo, Jasmin, Elisabeth Novie Riswanti, dan Hirwandi Gafar kompak menunjuk laporan keuangan perseroan di tengah Media Brief Paparan Kinerja Kuartal IV/2020 di Jakarta, Senin (15/2). Menutup tahun 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan perolehan laba bersih yang meroket 665,71% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah tekanan pandemi, Bank BTN sukses meraih laba bersih senilai Rp1,60 triliun pada kuartal IV/2020, melambung tinggi dari posisi Rp209 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Lompatan laba bersih tersebut ditopang oleh lima strategi utama perseroan yang digelar sepanjang 2020. Selain itu, sektor perumahan juga menjadi penopang suburnya pundi-pundi laba BTN karena bergerak positif di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi akibat pandemi.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencetak laba bersih Rp 1,6 triliun pada 2020, naik 665,71% dibandingkan laba 2019 sebesar Rp 209 miliar.

Plt. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan lonjakan laba bersih tersebut ditopang oleh lima strategi utama sepanjang 2020. Selain itu, sektor perumahan juga menjadi berkontribusi pada laba BTN karena tumbuh positif.

"Dengan strategi tersebut membuktikan kami tidak hanya bisa memperbaiki kinerja bisnis tapi juga bertahan di tengah tekanan akibat pandemi. Tahun ini, kami optimistis dengan strategi tersebut beserta potensi di sektor properti, Bank BTN akan mencetak laba bersih yang terus melaju positif," kata Nixon dikutip Senin (15/2/2021).

Mengenai lima strategi yang dilakukan BTN, disebutkannya, yaitu memaksimalkan penerapan good corporate governance (GCG), sentralisasi proses bisnis, penguatan permodalan dan pendanaan. Ditambah, pihaknya juga akan meningkatkan kualitas kredit dan menggenjot efisiensi.

Lebih lanjut mengenai laba bersih perseroan, itu ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp 25,16 triliun pada kuartal IV-2020. Pendapatan bunga disumbang oleh penyaluran kredit.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tumbuh 8,63% yoy menjadi Rp 120,72 triliun per kuartal IV-2020, menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan positif KPR subsidi, membuat kredit perumahan BTN secara total naik 2,29% yoy menjadi Rp 234,78 triliun per kuartal IV-2020.

Di segmen kredit non perumahan, bank tersebut telah menyalurkan kredit senilai Rp 25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81% dan 4,55% menjadi Rp 11,94 triliun dan Rp5,11 triliun per 31 Desember 2020. Dengan total penyaluran tersebut, kredit BTN tercatat mencapai Rp 260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV-2020 dari Rp 255,82 triliun di kuartal IV-2019.

Kualitas kreditpada 9 Februari lalu juga mencatatkan perbaikan. Per 31 Desember 2020, Non Performing Loan (NPL) net Bank BTN tercatat sebesar 2,06% atau turun 90 bps dari 2,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu rasio coverage Bank BTN juga meningkat mencapai lebih dari 2 kali lipat sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi COVID-19. Pada kuartal IV-2020, rasio coverage Bank BTN tercatat sebesar 115,02% atau melonjak dari 50,01% pada kuartal IV-2019.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN menguat dengan cost of fund (CoF) yang membaik. DPK mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 23,84% yoy dari Rp 225,4 triliun pada kuartal IV-2019 menjadi Rp 279,13 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan DPK BTN didominasi oleh kenaikan giro sebesar 38,24% menjadi Rp 72,04 triliun per kuartal IV-2020. Dengan peningkatan DPK tersebut, loan to deposit ratio (LDR) BBTN pun terus turun ke level 93,19% pada kuartal IV-2020 dari 113,50% di kuartal IV-2019. CoF perseroan juga terus mencatatkan penurunan menjadi 4,79% di kuartal IV-2020 dari 5,68% di kuartal IV-2019.

"Kami optimis, dengan proyeksi dan potensi yang ada meskipun masih di tengah pandemi, laba bersih perseroan tahun 2021 dapat tetap tumbuh pada kisaran Rp2,5 triliun - Rp2,8 triliun atau naik sekitar 50% - 70% secara tahunan," tambah Nixon.

(toy/dna)