Survei BMSI di Q4 2020: Kegiatan UMKM Turun, Optimisme Tetap Terjaga

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 13:37 WIB
BRI
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkap hasil survei BRI Micro & SME Index (BMSI) terhadap aktivitas bisnis UMKM di kuartal IV (Q4) 2020. Survei ini menunjukkan adanya penurunan kegiatan usaha UMKM dari 84,2% di Q3 2020 menjadi 81,5% di Q4 2020.

Sunarso menjelaskan hasil ini didapatkan dari survei BMSI, yaitu indeks yang menilai pelaku UMKM atas aktivitas bisnis yang terdiri atas Indeks Aktivitas Bisnis (IAB), Indeks Ekspektasi Aktivitas Bisnis (IEAB), serta Indeks Kepercayaan Pelaku (IKP) usaha UMKM kepada pemerintah.

"Indeks ini telah dilaunching sebenarnya pada November 2020 lalu untuk digunakan sebagai alat ukur aktivitas bisnis UMKM dan dibuat sebagai bentuk kepedulian BRI di Indonesia yang mengukur aktivitas UMKM," terang Sunarso dalam konferensi pers virtual BRI Micro & SME Index (BMSI) Kuartal IV-2020: Optimisme Pelaku UMKM di Tengah Tantangan Pemulihan Ekonomi pada Kamis (18/2/2021).

Adapun survei BMSI di Q4 2020 dilakukan di 33 provinsi dengan responden sebanyak 5.000 pelaku UMKM. Sunarso menilai, angka ini meningkat 67% dari kuartal sebelumnya yang hanya menjangkau 3.000 pelaku UMKM. Ia pun menyampaikan ke depannya BRI akan meningkatkan lagi jumlah ini sehingga nanti data yang didapat semakin representatif.

Sunarso menyampaikan penurunan IAB pada kegiatan usaha di Q4 2020 juga sejalan dengan penurunan PDB sebesar -0,42 persen dari Q3 ke Q4 2020. Meski demikian, lanjutnya, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang menunjukkan perbaikan sehingga ia pun melihat adanya optimisme dalam menyambut Q1 2021 bagi para pelaku usaha.

Ia menjelaskan secara historis pertumbuhan ekonomi di kuartal empat selalu menunjukkan kontraksi akibat faktor musiman, namun di Q4 2020 kontraksinya jauh lebih kecil. Berdasarkan data survei akan IAB, ia menyampaikan dunia usaha cukup optimis menyongsong Q1 2021. Sebab hasil survei aktivitas bisnis UMKM BRI menunjukkan pada Q4 2020 mengindikasikan kegiatan usaha UMKM mulai menggeliat dan memiliki optimisme perbaikan.

Sunarso pun mengungkap tiga alasan penurunan IAB UMKM di Q4. Ia merinci penurunan ini disebabkan tiga faktor, yaitu dampak pengetatan aktivitas sosial dan mobilitas sosial di masyarakat akibat meningkatnya jumlah kasus COVID-19.

Kedua, faktor musiman seperti pada sektor pertanian (awal musim tanam) dan sektor pertambangan juga konstruksi yang menurun pada musim hujan. Serta ketiga, kebijakan PSBB ketat akhir 2020 yang diikuti pengurangan hari libur Natal dan Tahun Baru 2021 (pembatalan libur panjang). Menurutnya, faktor-faktor inilah yang menekan kinerja bisnis UMKM di Q4 2020.

Ia melanjutkan, walaupun BMSI mengalami penurunan pada indeks aktivitas bisnis, optimisme pelaku UMKM tetap terjaga. Hal ini tercermin pada Indeks Ekspektasi BMSI yang tercatat masih di atas 100% yaitu dengan angka 105,4%.

"Dalam survei kali ini BRI mendapatkan temuan menarik, ternyata penilaian terhadap kinerja pemerintah masih tetap tinggi hal ini terlihat dari pada Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM Kepada Pemerintah pada kuartal 4 2020 naik ke level 136,3%, juga lebih yakin bahwa perekonomian dapat kembali pulih apabila pandemi dapat dikendalikan,"

Sunarso menilai, rencana pemerintah yang akan terus membantu pemulihan sektor UMKM melalui keberlanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021 turut menambah keyakinan para pelaku UMKM.

(akn/hns)