OJK Mau Bikin Aturan, Modal Minimal Bank Digital Rp 10 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 14:05 WIB
Ilustrasi Gedung Djuanda I dan Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bank digital mulai ramai dibentuk di Indonesia. Karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengatur tentang modal minimal bank digital.

Regulator menargetkan Peraturan OJK (POJK) ini bisa selesai pada tengah tahun ini. Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto mengungkapkan jika nantinya pembentukan bank digital harus memiliki modal minimal Rp 10 triliun.

"Untuk bank baru draftnya belum final dan masih diskusi, syaratnya modal minimal Rp 10 triliun," kata dia dalam video conference, Kamis (18/2/2021).

Dia mengungkapkan, bank juga harus menggarap segmen sesuai dengan model bisnis dan teknologi yang diterapkan. Bank digital ini juga harus memiliki kantor cabang di Indonesia.

"Harus mempunyai minimal satu kantor cabang dan punya bisnis jelas apakah ke wholesale, ritel dan kapasitas IT nya jelas," ujarnya.

Menurut dia modal minimal Rp 10 triliun ini tak berlaku untuk beberapa bank. Misal bank digital yang berada di satu kelompok bank hanya perlu modal Rp 1 triliun. Dia mencontohkan untuk bank eksisting yang transformasi ke bank digital Rp 1 triliun seperti Bank Royal yang dimiliki BCA dan dikonversi ke bank digital.

"Awalnya kan bank tradisional, itu bisa Rp 1triliun," jelas dia.

Sementara itu untuk bank eksisting seperti Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) yang diakuisisi induk usaha Sea Group harus memenuhi modal inti sebesar Rp 3 triliun.

Selanjutnya
Halaman
1 2