Pertumbuhan Kredit Bisa Ngebut Jika Vaksinasi Lancar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 12:59 WIB
Meski Bank Indonesia sudah memangkas bunga acuan, namun bunga kredit bank masih selangit
Foto: Infografis/Fuad Hasim/detikcom: Bunga bank selangit
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini turut mempengaruhi penyaluran kredit perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut jika program vaksinasi berjalan lambat maka permintaan kredit juga belum bergerak signifikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkapkan regulator memiliki skenario konservatif jika memang program vaksinasi berjalan lambat.

"Kalau semua berjalan lambat dan kita juga tak bisa memitigasi dampak COVID-19 ini dan demand belum membaik hingga sektor riil belum pulih, kredit masih bisa tumbuh 4-4,5%," kata dia dalam video conference Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025, Kamis (18/2/2021).

Heru juga menjelaskan OJK memiliki skenario optimis dan pemulihan ekonomi bisa lebih cepat. Hal ini akan berdampak pada naiknya permintaan kredit dan pelonggaran likuiditas seperti saat ini. Pertumbuhan kredit diproyeksi bisa tumbuh 9% hingga 9,8%.

Kemudian pada skenario menengah atau moderat, dimana vaksinasi berjalan efektif dan roda perekonomian mulai beranjak ke tahapan normal pada semester I/2021, OJK memperkirakan kredit bisa mulai tumbuh pada kisaran 7%.

Sebagai informasi, OJK mencatatkan pertumbuhan kredit perbankan masih terkontraksi cukup dalam di level -2,41% (yoy) di sepanjang tahun 2020. Sementara untuk profil risiko perbankan dinilai masih terkendali dengan rasio NPL gross pada level 3,06% lebih tinggi bila dibandingkan tahun 2019 sebesar 2,53% atau net 0,98% lebih rendah dari 2019 di angka 1,19%.

(kil/fdl)