BI 'Sentil' Bunga Kredit Bank Masih Selangit, Ini Daftarnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 14:21 WIB
Meski Bank Indonesia sudah memangkas bunga acuan, namun bunga kredit bank masih selangit
Foto: Infografis/Fuad Hasim/detikcom: Bunga bank selangit
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyentil perbankan yang sulit untuk menurunkan bunga kredit. Padahal suku bunga acuan BI atau BI 7days reverse repo rate sudah turun ke level 3,5%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan memang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong. BI menyebut hal ini karena masih tingginya suku bunga dasar kredit perbankan.

Berapa sih SDBKnya? Berikut detikcom rangkum SBDK dari 10 bank besar yang ada di Indonesia:

Bank Mandiri
Bank Mandiri mematok SBDK untuk kredit korporasi 9,85%, kredit ritel 9,8%, kredit mikro 11,5%, kredit konsumsi KPR 9,75% dan kredit konsumsi non KPR 10,95%.

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Mematok SBDK untuk kredit korporasi 9,95%, kredit mikro 16,75%, kredit ritel 9,8%. Kredit konsumsi KPR 9,9% dan kredit konsumsi non KPR 12%.

Bank Tabungan Negara (BTN)
Memberikan bunga untuk kredit korporasi 9,95%, kredit ritel 9,9%. Kredit konsumsi KPR 9,95% dan kredit konsumsi non KPR 11,25%.

Bank Negara Indonesia (BNI)
Bunga kredit korporasi 9,8%, kredit ritel 9,8%, kredit konsumsi KPR 10% kredit konsumsi non KPR 11,7%.

Bank Danamon
Bank Danamon memberikan bunga kredit korporasi 9,75%, kredit ritel 10%, kredit konsumsi KPR 10% dan non KPR 12%.

Panin Bank
Bunga yang dipatok untuk bunga kredit korporasi 10,05%, kredit ritel 9,15%, kredit mikro 15,9%. Kredit konsumsi KPR 9% dan kredit konsumsi non KPR 7,33%.

Bank Mayapada
Bunga kredit di Bank Mayapada untuk kredit korporasi 9%, kredit ritel 10,3%, kredit mikro 12,5%, kredit konsumsi KPR 10,4% dan non KPR 10,7%.

BTPN
Memberikan bunga untuk kredit korporasi 6,14%, kredit ritel 9,68%, kredit mikro 15,71% dan kredit konsumsi non KPR 10,32%.

CIMB Niaga
Bank CIMB Niaga memberikan bunga kredit korporasi 9,35%, kredit ritel 9,95%. Untuk kredit konsumsi KPR 9,45% dan kredit konsumsi non KPR 9,95%.

Bank Mega
Bunga kredit korporasi 11,5%, kredit ritel 11,5%, kredit konsumsi KPR 11,5% dan kredit non KPR 12,25%.

SBDK biasanya digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. Ingat ya detikers, SBDK ini belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko dari masing-masing debitur.

Jadi, bank juga mempertimbangkan kondisi keuangan debitur, prospek pelunasan kredit, prospek sektor industri debitur dan jangka waktu kredit. Artinya, besaran suku bunga kredit yang akan dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Lihat juga Video: Sri Mulyani Sebut Dunia Usaha Pingsan Gegara yang Kredit Makin Dikit

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)