Kredit UMKM Diharap Naik 20%
Selasa, 14 Feb 2006 13:29 WIB
Jakarta - Penyaluran kredit dari perbankan untuk Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) pada tahun 2006 diharapkan meningkat 20 persen dari realisasi tahun 2005 yang mencapai Rp 77,51 triliun. Realisasi tahun 2005 itu berarti 128,25 persen dari rencana bisnis tahun 2005 sebesar Rp 60,4 triliun."Kita sih inginnya 20 persen dari tahun 2005 kemarin, karena untuk job creation dan lain-lain butuh investasi besar. Tumbuh 20 persen itu bagus, normal," kata Kabiro Kredit BI, Ratna E. Amiaty usai acara Klinik perbankan pro UMKM di Gedung Danapala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (14/2/2006).Untuk kredit yang tidak tersalurkan pada tahun 2005 diakui Ratna memang cukup besar yakni mencapai Rp 150 triliun. Namun untuk kredit yang tidak tersalurkan di sektor UMKM jumlahnya jauh lebih kecil.Kredit yang tidak tersalurkan itu menurut Ratna terjadi karena kondisi pasar yang dinilai para pengusaha kurang kondusif untuk dilakukannya ekspansi usaha. Sehingga pengusaha menunda untuk meminjam kredit dari perbankan. "Seperti pengusaha ayam, waktu itu ada flu burung jadi dia menunggu dulu," tambah Ratna.Berdasarkan data BI, posisi kredit UMKM hingga akhir tahun 2005 mencapai 347,9 triliun atau mendapai 50,7 persen dari total kredit perbankan yang sebesar Rp 686,2 triliun.
(qom/)











































