Pentingkah Asuransi Banjir?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 21 Feb 2021 10:00 WIB
Jalan Kemang Raya Masih Banjir 1,5 Meter
Foto: Dwi Putri Aulia
Jakarta -

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami banjir beberapa waktu terakhir. Akibat musibah ini masyarakat yang menjadi korban harus menelan kerugian.

Banjir merendam rumah dan harta benda sampai kendaraan bermotor seperti mobil. Jika musim banjir seperti ini apakah asuransi banjir mendesak?

Berikut berita selengkapnya:

Perencana Keuangan Aidil Akbar mengungkapkan asuransi banjir memang dibutuhkan untuk masyarakat yang wilayahnya sering berpotensi banjir.

Menurut dia asuransi kerugian yang ada saat ini belum memiliki asuransi banjir. Karena itu masyarakat harus menambahkan asuransi ini atau extended.

"Kalau asuransi kerugian biasa tidak meng-cover banjir. Kalau mau di-cover beli asuransi tambahannya," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/2/2021).

Sementara itu, dikutip dari laman resmi chubb.com yang membutuhkan asuransi banjir ini adalah orang yang tinggal di area rawan banjir.

Maksudnya adalah area yang tergolong jarang atau tidak pernah banjir tetapi memiliki risiko banjir lebih tinggi dibandingkan area lainnya.

Area rawan banjir bukan berarti area yang menjadi langganan banjir. Seperti rumah yang berada di sekitar saluran air seperti kali, sungai atau bendungan. Area ini berbeda dengan langganan banjir yang selalu saja tergenang meskipun hanya hujan beberapa saat.

Keuntungan yang bisa didapatkan dari asuransi banjir ini tidak hanya terbatas pada ganti rugi atas kerusakan rumah akibat banjir, tetapi juga isi di dalamnya. Namun semua pertanggungan tersebut dapat diterima jika melakukan proses klaim dengan cara yang tepat.

Manfaat Beli Asuransi Banjir

Perencana Keuangan Aidil Akbar mengungkapkan untuk asuransi banjir tergantung dari jenis yang dipilih.

"Tergantung nasabah pilihnya apa, ada yang cover untuk kerusakan karena air, untuk membersihkan usai banjir. Ya sesuai sejauh mana coverage asuransi itu," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/2/2021).

Dia mengungkapkan ada juga yang menutup perbaikan rumah setelah banjir. Menurut Aidil asuransi banjir ini bisa didapatkan jika sudah memiliki asuransi kerugian sebelumnya baik untuk rumah maupun kendaraan.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho menjelaskan memang asuransi menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko kebanjiran.

"Jadi begini misalnya terjadi sesuatu pada rumah dan isinya asuransi akan meng-cover karena itu kan menimbulkan kerugian bagi pemilik rumah," jelasnya.

Dari akun Instagram resmi Asuransi Adira disebutkan dari data 2019 ada 3.768 bencana yang terjadi di Indonesia. Sebanyak 99% merupakan bencana hidrometerologi.

Bencana ini merupakan yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung.

(kil/zlf)