Jadi Dirut BPJAMSOSTEK, Anggoro: Kami Akan Lakukan Digitalisasi

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 19:26 WIB
Anggoro mengatakan dirinya bersama dengan jajaran direksi diberikan amanah oleh Presiden Jokowi untuk mengelola dana pekerja yang besar dengan mengedepankan integritas, tata kelola yang baik dan inovatif.
Foto: Dok. BPJAMSOSTEK
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik jajaran Direksi BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK periode 2021-2026 di Istana Negara, Senin (22/2). Jokowi menunjuk Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama yang akan memimpin BPJAMSOSTEK selama 5 tahun ke depan.

Adapun Dewan Direksi BPJAMSOSTEK masa jabatan 2016-2021 terbagi dalam 6 (enam) Direktorat, yang akan membantu Anggoro dalam mengelola program jaminan sosial ketenagakerjaan, dan memberikan perlindungan menyeluruh kepada pekerja Indonesia beserta keluarganya. Anggoro mengatakan dirinya bersama dengan jajaran direksi diberikan amanah oleh Presiden Jokowi untuk mengelola dana pekerja yang besar dengan mengedepankan integritas, tata kelola yang baik dan inovatif.

"Kami juga akan melakukan digitalisasi jaminan sosial karena ada 3 tantangan utama yang harus kami hadapi, yaitu peningkatan cakupan peserta, peningkatan manfaat dan layanan bagi pekerja, dan optimalisasi hasil investasi dana pekerja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, relasi yang baik harus terjalin antar pemangku kepentingan baik eksternal, seperti dengan Kementerian dan lembaga, juga dengan jajaran Dewan Pengawas sebagai perwakilan stakeholder di internal. Sebab, kemitraan tersebut dinilai akan sangat membantu dalam mewujudkan visi dan misi BPJAMSOSTEK ke depan.

Dalam menjalankan tugasnya, Anggoro telah menyusun jajaran Direktur teknis yang membidangi Direktorat Kepesertaan, Direktorat Pelayanan, Direktorat Pengembangan Investasi, Direktorat Keuangan, Direktorat Perencanaan Strategis, dan Direktorat Umum & SDM.

Untuk tugas perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya, akan dipimpin oleh Zainudin sebagai Direktur Kepesertaan. Sebelumnya, Zainudin merupakan pejabat karir di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan dengan posisi terakhir sebagai Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi dan merupakan pejabat aktif hingga dilantik sebagai Direksi periode 2021-2026.

Lebih lanjut Anggoro mengatakan Roswita Nilakurnia diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan untuk menangani segala hal di bidang layanan peserta. Diketahui sebelumnya, Roswita pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan, SDM & Umum di PT Pulo Mas Jaya yang merupakan anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (JAKPRO).

Ada pula Edwin Michael Ridwan yang dipercaya sebagai Direktur Investasi untuk mengelola dana peserta. Edwin terakhir menjabat sebagai SVP Investasi Pasar Uang dan Pasar Modal PT Taspen (PERSERO).

Sementara itu, Asep Rahmat Suwandha ditunjuk sebagai Direktur Keuangan untuk mengelola keuangan badan. Dirinya sebelum menjabat sebagai Direktur Keuangan merupakan Aparatur Sipil Negara di Komisi Pemberantasan Korupsi (ASN KPK) sebagai koordinator wilayah VI dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Kemudian, ada Pramudya Iriawan Buntoro yang diangkat menjadi Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi di BPJAMSOSTEK, yang menjadi salah satu direktur termuda dan merupakan talenta internal BPJAMSOSTEK yang sudah berkarir dari level staf. Sebelumnya, Pramudya menjabat sebagai Deputi Direktur Bidang Aktuaria BPJAMSOSTEK.

Terakhir, Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan dipercayakan kepada Abdur Rahman Irsyadi. Abdur sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Human Capital BPJAMSOSTEK dan berasal dari internal atau karyawan BPJAMSOSTEK.

"Formasi Direksi ini bukan merupakan formasi permanen dan akan dilakukan evaluasi secara berkala. Saya berharap, formasi ini solid dan harmonis mewujudkan sinergi positif dengan seluruh stakeholder, sehingga mampu meningkatkan kinerja BPJS Ketenagakerjaan serta mewujudkan visi dan misi dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada peserta. Mohon dukungan seluruh stakeholder agar kami bisa mewujudkan kesejahteraan pekerja Indonesia," tutupnya.

(akn/hns)