Ramuan 'Jamu Manis' dari BI untuk Sembuhkan Ekonomi RI

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 11:07 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo (istimewa/BI)
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menegaskan perannya dalam proses pemulihan ekonomi. BI pun meramu berbagai 'jamu manis' untuk menyembuhkan ekonomi RI.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, vaksin memang menjadi game changer dari kondisi saat ini. Pemerintah pun melakukan proses vaksinasi secara menyeluruh dengan upaya yang cepat.

BI juga turut melakukan upaya untuk memulihkan ekonomi. Beberapa kebijakan berupa insentif dan pelonggaran juga sudah dilakukan yang dia sebut sebagai jamu manis.

"Bagaimana BI melakukannya untuk mendorong PEN, semuanya jamunya BI itu jamu manis semua," tuturnya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2021, Kamis (25/2/2021).

Perry menjelaskan jamu manis yang dimaksud adalah BI terus melakukan penurunan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate yang hingga saat ini berada di level 3,5%. Lalu upaya stabilisasi nilai tukar di kisaran Rp 14.000, hingga penambahan likuiditas.

"Kami tambah likuiditas quantitative easing Rp 715 triliun, termasuk yang terbesar. Kami ikut berpartisipasi pembiayaan APBN, kami beli SBN dari Rp 473 triliun itu sebesar Rp 397 triliun untuk burden sharing," tambahnya.

Tidak hanya itu, BI juga sepakat untuk mendanai vaksinasi sebesar Rp 47 triliun. BI tahun ini juga membeli SBN sebesar Rp 40,99 triliun.

BI juga mengeluarkan jamu manis khusus untuk mendorong kredit, yakni dengan membebaskan batasan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor serta KPR menjadi 0%.

Lihat juga Video: Penjelasan BPS Soal Ekonomi RI 2020 Terburuk Sejak Krismon 98

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)