Orang Terkaya India Larang Bitcoin di Negaranya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 12:05 WIB
Ilustrasi Uang Digital Bitcoin
Foto: (M Fakhry/detikcom)
Jakarta -

Salah satu mata uang kripto bitcoin saat ini memang sedang lagi tenar-tenarnya. Pergerakan harga yang signifikan dan dilirik oleh banyak perusahaan besar seperti Tesla dan Mastercard.

Namun kini juga muncul larangan penggunaan cryptocurrency seperti bitcoin. Salah satu miliarder asal India Rakesh Jhunjhunwala mengungkapkan regulator di negara manapun harus melarang bitcoin.

Warren Buffett dari India ini bahkan menyebut dia tak akan pernah membeli bitcoin. "Saya rasa itu penuh spekulasi tinggi," kata dia dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (25/2/2021).

Memang bitcoin telah mengalami kenaikan harga yang sangat cepat. Sesuai data Coin Metrics sepanjang tahun ini sudah naik hingga 90%.

Kenaikan harga yang gila-gilaan ini juga dikaitkan dengan sejumlah perusahaan besar yang mulai menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran seperti Tesla dan Bank of New York Mellon.

Hingga saat ini regulator di India belum membuat keputusan terkait cryptocurrency termasuk bitcoin. Namun sudah beredar kabar jika pemerintah India akan melarang seluruh mata uang virtual keluaran swasta dan pemerintah akan meluncurkan mata uang digital sendiri.

"Saya rasa regulator harus turun tangan dan melarang bitcoin. Mereka harus fokus pada rupee digital," jelasnya.

Sebelumnya Bill Gates juga menyatakan jika bitcoin berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Hal ini disebabkan pergerakan harga yang terlalu cepat.



Simak Video "Forbes Masih Ogah Sebut Elon Musk Orang Terkaya di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)