Jokowi ke Bank: Kredit Harus Tetap Dikucurkan dengan Hati-hati

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 13:19 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh perbankan nasional baik BUMN maupun swasta untuk terus menyalurkan kredit. Tujuannya untuk menjaga tren pemulihan ekonomi nasional yang sudah ada sejak kuartal IV-2020.

Menurut Jokowi, penyaluran harus dilandaskan dengan praktik yang penuh kehati-hatian.

"Dalam rangka mendorong pergerakan perekonomian di sektor swasta kredit perbankan harus tetap dikucurkan dengan penuh kehati-hatian dan tetap menjaga kesehatan bank," kata Jokowi dalam acara Economic Outlook 2021 CNBC Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Jokowi mengaku senang lantaran dirinya telah mendapat laporan mengenai rasio kewajiban penyediaan modal minimum yang masih di angka 23,78%. Di satu sisi, kata Jokowi para perbankan juga telah menyediakan cadangan likuiditas untuk mengantisipasi peningkatan kredit bermasalah atau BPL.

Pada kesempatan ini, Jokowi juga menceritakan mengenai posisi kondisi cadangan devisa (cadev) di Bank Indonesia (BI). Nilainya saat ini kata dia adalah sebesar US$ 135 miliar.

"Lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan cicilan ULN dan impor satu tahun. Rupiah pun cukup stabil, pasar modal masih atraktif dengan total kapitalisasi pasar 6.970 triliun dan jumlah investor lokal tumbuh pesat hingga 4 juta investor ritel," ungkap Jokowi.

Simak video 'Sri Mulyani Sebut Dunia Usaha Pingsan Gegara yang Kredit Makin Dikit':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/fdl)