Ada Diskon Pajak 0%, Inikah Waktu yang Tepat Beli Mobil?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 27 Feb 2021 11:30 WIB
Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tapi kebijakan ini dikhawatirkan mengganggu kelangsungan bisnis pedagang mobil bekas.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi 0% untuk mobil baru. Jenis mobil yang mendapatkan diskon ini adalah yang berkapasitas 1.500 cc ke bawah yang diproduksi secara domestik dengan komposisi lokal lebih dari 70%.

Dikutip dari Lifepal disebutkan sejumlah kalangan menganggap inia dalah peluang emas untuk membeli mobil. Namun sebelum membeli ada hal yang harus diperhatikan ya antara lain :

Bekerja Dari Rumah

Pandemi COVID-19 ini membuat banyak perusahan yang pegawainya bekerja dari rumah. Hal ini menyebabkan mobilitas secara keseluruhan menjadi berkurang drastis.

"Mobil seharga ratusan juga tentu bukan jadi pilihan yang tepat karena belum tentu membutuhkan. Mengingat mobilitas yang rendah anda masih bisa terbantu oleh kendaraan umum, online atau sepeda motor," tulis riset Lifepal, dikutip Sabtu (27/2/2021).

Selain itu yang harus diperhatikan adalah biaya perawatan, asuransi hingga pajak tahunan.

Kebutuhan Pokok

Lifepal menyebut jika calon pembeli merupakan perantau dan bercita-cita tinggal di sebuah kota dalam jangka waktu lama. Maka harus dipertimbangkan membeli rumah lebih dulu daripada beli mobil.

Memiliki hunian tentu sangat berguna ketimbang tinggal di rumah sewa dalam waktu yang lama. Aset berupa hunian, bisa dijadikan warisan yang berharga untuk istri dan anak kelak.

Oleh karena itu, ketimbang harus memanfaatkan momentum relaksasi PPnBM, penuhilah kebutuhan pokok ini terlebih dulu agar hidup lebih nyaman di masa yang akan datang.

Perhatikan Cicilan

Sebelum memutuskan membeli mobil harus diperhatikan jumlah cicilan utang yang dimiliki. Seperti kartu kredit dan cicilan lainnya. Cicilan utang yang ideal adalah maksimal 35% dari pemasukan bulanan. Semakin besar cicilan, maka makin berat untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Ketika Kesehatan Keuangan Sudah Baik

Kondisi kesehatan yang baik tak hanya diukur dari jumlah utang yang tertunggak, cicilan, dana darurat dan asuransi. Melainkan soal kepemilikan jumlah aset investasi yang ideal.

Jika membeli mobil meski dengan diskon pajak, baik dalam bentuk tunai atau kredit akan menyebabkan berkurangnya aset lancar dalam jumlah besar di tabungan. Berkurangnya aset lancar bisa menyebabkan masalah baru dalam keuangan.

(kil/fdl)