Dukung Pemulihan Ekonomi, BNI Pangkas Suku Bunga Kredit

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 08:03 WIB
Gedung BNI
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

Pertumbuhan kredit penting artinya bagi pemulihan ekonomi pada tahun 2021, di mana Presiden RI Joko Widodo telah mencanangkan sebagai Tahun Pemulihan dari pandemi. Untuk itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memangkas suku bunga kredit demi merangsang percepatan pertumbuhan kredit tahun 2021 ini.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan di awal tahun 2021 BNI telah melakukan penyesuaian bunga kredit sejalan dengan bunga acuan. Ia merinci, untuk Kredit Konsumsi Non KPR per 28 Februari 2021 SBDK BNI ditetapkan 8,75% . Angka ini telah menunjukkan penurunan jika dibandingkan akhir Desember 2020 yaitu 11,7%.

Untuk kredit KPR, lanjutnya, BNI menetapkan angka 7,25%. Jumlah ini turun dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yaitu 10%.

Royke menyampaikan BNI juga telah menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) untuk Kredit Ritel menjadi 8,25% atau lebih rendah dibandingkan posisi akhir Desember 2020 yaitu 9,8%. Demikian dengan SBDK Kredit Korporasi yang ditetapkan menjadi 8,0%, atau turun dibandingkan posisi Desember 2020 yaitu 9,8%.

Selain itu Royke menjelaskan kredit berkaitan erat dengan pertumbuhan permintaan domestik yang menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, lanjutnya, penting bagi perbankan untuk turut meyakinkan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian.

Oleh karena itu, tambah Royke, perseroan akan terus terhubung dengan perkembangan perekonomian terkini yang mendorong adanya penyesuaian terhadap indikator-indikator penting, antara lain SBDK.

"Dalam menentukan suku bunga kredit hingga ke setiap debitur, kami akan memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung penilaian bank terhadap risiko pada masing-masing debitur atau kelompok debitur," ujar Royke dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Royke pun menegaskan, BNI akan melakukan review suku bunga secara berkala. Ia menyebutkan strategi yang akan dilakukan salah satunya adalah berupaya menekan biaya dana (cost of fund). Dengan hal ini, ia berharap suku bunga kredit bisa lebih rendah mengikuti tren penurunan suku bunga Bank Indonesia.

(akn/ega)