Bunga Acuan BI Sudah Turun Terus Nih, KPR Kapan?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Feb 2021 12:35 WIB
Arsitek mengecek fisik bangunan di perumahan bersubsidi tipe 21 Graha Sejahtera Tempel, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/2).  

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dengan skema bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).
Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 days reverse repo rate sudah berada di level 3,5%. Turun 25 bps dibandingkan periode bulan sebelumnya sebesar 3,75%.

Bunga acuan ini merupakan level yang terendah sepanjang sejarah. Biasanya bunga acuan ini digunakan oleh bank sebagai salah satu penghitungan bunga KPR di perbankan.

Tapi dari data bank suku bunga KPR masih bervariasi bahkan masih ada yang di kisaran double digit.

Bagaimana ya sekarang?

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Juda Agung mengungkapkan sebenarnya ketika bank sentral menurunkan suku bunga acuan. Bank harus bisa merespons yang sama.

"Ini lah yang nggak kita inginkan. Kalau BI menurunkan suku bunga harusnya responnya juga sama," kata dia dalam konferensi pers, Senin (22/2/2021).

Dia mengungkapkan mengenai biaya di suku bunga atau overhead cost memang diharapkan oleh bank sentral agar bank bisa merespon dengan cepat. Karena itu transparansi suku bunga diharapkan bisa menjadikan bank lebih responsif saat ada kebijakan BI.

Menurut Juda ketika BI menurunkan bunga maka bank dengan cepat merespon penurunan bunga deposito. Sedangkan untuk bunga kredit belum terlalu cepat.

"Dengan bunga deposito yang turun cepat dan bunga (kredit) yang sangat rigid ini bisa mengalami pelebaran. Kelihatan bank berupaya untuk mendapatkan spread yang lebih tinggi dalam situasi sekarang yang sebenarnya tidak kondusif bagi perekonomian," jelas dia.

Menurut Juda hal ini juga yang membuat orang menjadi ragu untuk meminta kredit dari bank karena suku bunganya masih cukup tinggi.

Dari data Survei Harga Properti Residensial disebutkan pada kuartal IV 2020 secara tahunan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tercatat membaik menjadi 3,42% dibanding kuartal III tahun 2020 sebesar 2,05%.

Kemudian dari data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sejumlah bank seperti Bank Mandiri SBDK bunga KPR sebesar 9,75%, BRI SBDK nya 9,9%, BTN SBDK KPR 9,95%, BNI SBDK KPR 10%, Bank Danamon SBDK KPR 12%.

Simak juga video 'BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Jadi 5% di 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/zlf)