Mau Ikut Lelang Surat Utang Negara, Begini Caranya

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 11:44 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Besok pemerintah akan melelang Surat Utang Negara (SUN). Ada sederet surat utang yang dibuka kembali dan ada juga yang penerbitan baru.

Penjualan SUN ini akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Melansir laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang.

Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019 dan PMK No. 38/PMK.02/2020.

Peserta lelang untuk dealer utama di anatranya Citibank N.A, Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A, PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1.000.000.

Ada tujuh seri yang ditawarkan terdiri dari SPN03210616 (new issuance), SPN12220203 (reopening), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening), dan FR0089 (new issuance).

Tingkat kupon dari SUN tersebut yakni SPN03210616 (Diskonto) dengan masa jatuh tempo 16 Juni 2021, SPN12220303 (Diskonto) hingga 3 Maret 2022, FR0086 (5,5%) jatuh tempo 15 April 2026, FR0087 (6,5%) jatuh tempo 15 Februari 2031, FR0088 (6,25%) jatuh tempo 15 Juni 2036, FR0083 (7,5%) jatuh tempo 15 April 2040, dan FR0089 (6,875%) yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2051.

Lelang dibuka pada Selasa, 16 Maret 2021, pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Dari lelang SUN pekan depan ini, target indikatif yang ditetapkan pemerintah ialah sebesar Rp 30 triliun dan target maksimal hingga senilai Rp 45 triliun. Setelmen akan dilaksanakan pada 18 Maret 2021 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2).



Simak Video "Siap-siap Pekan Depan Kemenkeu Lelang SUN"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)