Platform Digital Tingkatkan Inklusi Keuangan di Timur Indonesia

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 14:55 WIB
Grab
Foto: Dok. Grab
Jakarta -

Inklusi keuangan merupakan salah satu aspek yang dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Kemudahan akses terhadap layanan keuangan membantu masyarakat untuk mengelola keuangan hingga memperoleh permodalan dari fasilitas kredit.

Inklusi keuangan Indonesia tercatat meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Mencuplik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019 indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 76,19%. Kepemilikan produk keuangan formal oleh masyarakat Indonesia juga terus meningkat. Di Tahun 2019, Financial Inclusion Index melaporkan sebanyak 55,7% penduduk dewasa di Indonesia telah memiliki akun di lembaga keuangan formal.

Namun, inklusi dan literasi keuangan di Indonesia masih butuh peningkatan dan pemerataan. Belum semua daerah memiliki akses layanan keuangan yang merata, termasuk di Provinsi Papua.

OJK mencatat tingkat inklusi keuangan di Provinsi Papua tahun 2019 masih berada di level 60,89%. Sementara itu, tingkat literasi keuangannya terpatri di level 29,13%, menduduki peringkat 32 dari 34 provinsi.

Guna mengakselerasi peningkatan dan pemerataan inklusi keuangan di seluruh Indonesia, Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Salah satu tujuan dari SNKI adalah mengurangi kesenjangan antarindividu dan antardaerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Hadirnya layanan keuangan melalui platform digital menjadi salah satu motor penggerak inklusi keuangan di Papua. Salah satunya GrabKios yang membuka jaringannya di Jayapura mulai tahun 2017 dan menjadi platform digital pertama yang melayani kebutuhan finansial dan digital di kota tersebut. Jaringan GrabKios yang tersedia di ribuan warung dan kios di Jayapura melayani berbagai transaksi keuangan digital, seperti pengiriman uang, pembayaran listrik, dan pembayaran BPJS Kesehatan.

Kehadiran GrabKios di Jayapura juga membantu perekonomian masyarakat. Dwiki Pahlevi (30) yang harus kehilangan pekerjaan utama di tengah pandemi, akhirnya mengandalkan pendapatan dari usaha pulsa seluler dan aksesori handphone bernama On Air Kios di Pasar Hamadi Jayapura, yang sebelumnya dijadikan pekerjaan sampingan.

GrabPemilik Kios Pulsa 'On Air', Dwiki Pahlevi di Jayapura Foto: Dok. Grab

Uniknya, On Air Kios tidak bertempat di sebuah bangunan semacam ruko, melainkan menggunakan mobil MPV. Dwiki mengaku penghasilannya bertambah setelah bergabung menjadi mitra agen GrabKios

"Produk digital yang paling sering dibeli oleh pelanggan saya adalah data telepon dan pulsa. Selain itu, transaksi keuangan digital yang paling sering digunakan adalah layanan transfer uang oleh pedagang di sekitar Pasar Hamadi yang tidak memiliki rekening bank atau mobile banking. Pelanggan sangat terbantu karena dapat dengan cepat mentransfer uang atau membayar tagihan," ulas Dwiki.

Dikatakan Dwiki, banyak orang terdekatnya yang tertarik menjadi mitra agen GrabKios. Dwiki dengan senang hati membantu mereka untuk bergabung menjadi mitra agen GrabKios karena kini pendaftarannya lebih mudah dan bisa dilakukan secara online.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Sugiyati (50). Pemilik toko Kios Irfan ini bergabung menjadi mitra agen GrabKios sejak 2017. Ia mengaku sangat senang bisa membantu lebih banyak pelanggan yang kebanyakan adalah pedagang di Pasar Lama Abepura.

"Mereka bisa langsung mentransfer uang hasil pendapatan hariannya dengan lebih mudah tanpa perlu pergi ke bank yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi pasar. Di sini juga gak pakai antri, jadi pelanggan lebih senang," kata Sumiyati.

GrabSumiyati (kanan), pemilik Kios Irfan di Pasar Lama Abepura, Jayapura Foto: Dok. Grab

Layanan Grab juga membuat Sugiyati banyak belajar mengenai teknologi yang awalnya tak dimengerti. Sugiyati mengaku kini lebih paham cara mengelola keuangan dengan lebih efisien dan membantu banyak orang bertransaksi keuangan dengan mudah.

"Bisa ada puluhan orang yang tiap hari melakukan transfer uang ke kios saya, dan karena di sini buka 24 jam, jadi mereka bisa transaksi kapanpun dan tidak perlu jauh-jauh atau antre di ATM atau Bank yang hanya buka di pagi hari, dimana kebanyakan dari mereka bekerja," ungkap Sumiyati.

Teknologi Inklusif Ciptakan Peluang Pekerjaan Baru

Selain itu, kehadiran layanan Grab di Jayapura membuka peluang usaha serta memicu peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat setempat. Para mitra pengemudi Grab di Jayapura didorong untuk semakin memahami produk keuangan, dengan membuka rekening bank. Selain berguna untuk operasional sebagai mitra pengemudi Grab, rekening bank membuat mereka bisa mengakses layanan keuangan lain, seperti kredit permodalan, hingga mengelola tabungan pribadi untuk kebutuhan di masa depan.

Keberadaan Grab juga memberikan ruang bagi para pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan pendapatan. Dengan menjadi mitra GrabFood, para pengusaha makanan dan minuman bisa memasarkan produknya ke lebih banyak konsumen.

Satrio Supriono (31) dulu menekuni usaha percetakan di Jayapura. Namun, bencana banjir dan tanah longsor memaksanya gulung tikar dan mencari sumber pendapatan baru.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Satrio dan istri mantap membuka usaha makanan 'Ayam Geprek Juragan Sambel'. Bermula dengan memasarkan produk makanannya lewat media sosial, Satrio melihat adanya peluang keuntungan dengan bergabung menjadi mitra GrabFood.

GrabSatrio saat melayani pesanan melalui GrabFood di kedainya Foto: Dok. Grab

"Dari situ, saya berusaha mencari informasi lengkap dengan mendatangi kantor Grab di Jayapura dan mulai bergabung sebagai merchant partner GrabFood pada Februari 2020, dan selang 2 bulan, saya memberanikan diri membuka restoran kecil di daerah Polimak. Memasuki masa pandemi, hampir tidak ada yang datang untuk makan di restoran kami. Namun, saya dan istri tidak terlalu khawatir karena restoran tetap bisa mendapatkan pendapatan dari pesanan online. Saya juga tetap bisa mempertahankan 6 pegawai yang saya pekerjakan," cerita Satrio.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan sebagai perusahaan teknologi digital yang pertama hadir di Jayapura, Grab berkomitmen untuk mendorong ekonomi digital dan inklusi keuangan. Grab juga memberikan peluang bagi masyarakat setempat meningkatkan kualitas hidup, sesuai dengan misi GrabForGood.

"Kami percaya teknologi harus bersifat inklusif sehingga siapa saja bisa menikmati manfaat dari ekonomi digital yang terus berkembang," papar Neneng.

Lihat juga Video: Syarat Vaksinasi Drive-Thru di Grab Vaccine Center Bali

[Gambas:Video 20detik]



(akn/hns)