Perkuat Modal, BNI Ungkap Siap Terbitkan Tier 2 Subordinated Notes

Erika Dyah - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 21:28 WIB
bank BNI
Foto: bank BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Perseroan atau BNI) telah menyelesaikan aktivitas penjajakan pasar (roadshow) serta pricing terkait penerbitan surat utang berdenominasi Dolar Amerika Serikat (AS). Diketahui, penerbitan ini direncanakan selesai pada 30 Maret mendatang.

Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, menjelaskan surat tersebut akan diterbitkan dalam bentuk Tier 2 Subordinated Notes sebesar US$ 500.000.000 (lima ratus juta dolar AS) dengan bunga sebesar 3,75% (tiga koma tujuh lima persen) per tahun untuk tenor 5 tahun.

Ia pun menjelaskan, struktur dari Tier 2 Subordinated Notes ini disusun mengikuti sejumlah peraturan. Adapun peraturan tersebut di antaranya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum (sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.03/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/SEOJK.03/2016 tentang Fitur Konversi Menjadi Saham Biasa atau Write Down terhadap Instrumen Modal Inti Tambahan dan Modal Pelengkap.

Lebih lanjut, Novita menyampaikan saat diterbitkan nanti, Tier 2 Subordinated Notes akan menjadi penerbitan pertama yang dilakukan Perseroan berdasarkan program Euro Medium Term Note (Program EMTN) yang dibentuk pada tanggal 6 Mei 2020. Ia mengungkap, program tersebut telah diperbaharui pada tanggal 22 Maret 2021.

Berdasarkan Program EMTN, lanjutnya, Perseroan dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya US$ 2.000.000.000 (dua miliar dolar AS).

Ia pun menyebutkan, penerbitan surat utang ini akan memperkuat struktur permodalan dengan pendanaan yang relatif stabil atau tidak fluktuatif.

"Dana hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk keperluan pembiayaan dan pendanaan umum perseroan, sehingga akan semakin memperkuat kondisi keuangan Perseroan yang saat ini solid. Di sisi lain, penerbitan surat utang ini juga menambah opsi investasi bagi para pemilik modal di pasar internasional yang ingin menanamkan dananya di instrumen-instrumen keuangan perusahaan asal Indonesia," ujar Novita dalam keterangan tertulis, Kamis (25/3/2021).

Selain itu, lanjut Novita, lembaga Pemeringkat Rating Internasional Moody's telah memberikan rating Ba2 dan Fitch memberikan rating BB untuk surat utang yang akan diterbitkan BNI. Ia pun menyebutkan, dalam penerbitan ini pihaknya telah menunjuk Citigroup dan HSBC sebagai Joint Global Coordinator dan Joint Bookrunners.

Respons positif dari investor global

Novita mengungkap, di tengah kondisi ekonomi yang menantang akibat pandemi, rencana penerbitan Tier 2 Subordinated Notes dari pihaknya mendapat respons positif dari investor global. Hal ini ditandai dengan permintaan yang masuk mencapai US$ 2,2 miliar atau kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,4 kali dari nilai yang diterbitkan.

"Tingginya permintaan dari para investor global ini menjadi indikasi baiknya tingkat kepercayaan investor asing kepada perseroan jika melihat kinerja dan strategi perseroan di tengah pandemi saat ini, serta kepercayaan investor global terhadap proses pemulihan ekonomi nasional," ungkap Novita.

(mul/hns)