BNI Bagi-bagi Dividen Rp 820 M, Negara Kebagian Rp 492 M

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 29 Mar 2021 17:39 WIB
Gedung BNI
Ilustrasi/Foto: dok BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bagi-bagi dividen sebesar Rp 820,1 miliar. Nilai dividen tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), Senin (29/3/2021).

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan dari total dividen yang dibagikan Rp 820,1 miliar, sekitar 60% akan disetorkan ke kas negara dan 40% akan dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan kepemilikan masing-masing.

Adapun, laba bersih emiten berkode saham BBNI itu tercatat sebesar Rp 3,3 triliun di tahun 2020. Angka ini terkontraksi 78,7%dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hasil RUPS BNI tahun buku 2020, RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar 25% dari laba bersih tahun buku 2020 sekitar 820,1 miliar," kata Royke press conference secara virtual, Senin (29/3/2021).

Royke merincikan, sebanyak 60% dividen yang disetorkan ke kas negara setara dengan 492,58 miliar dan sebanyak 40% yang dibagikan kepada pemegang saham setara dengan Rp 327,52 miliar.

"Direksi perseroan dengan hak substitusi akan menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2020 sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Tidak hanya itu, dikatakan Royke, RUPS juga menetapkan sebanyak 75% dari laba bersih tahun lalu atau senilai Rp 2,46 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Selanjutnya, Royke mengatakan RUPS BNI juga menetapkan beberapa strategi yang akan diimplementasikan pada tahun 2021. Strategi pertama, meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko. Kedua, meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Ketiga, meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Keempat, meningkatkan CASA dan Fee Base Income melalui peningkatan transaksi. Kelima, optimalisasi jaringan dan bisnis internasional dengan memperkuat kerjasama partnership. Keenam, optimalisasi kontribusi perusahaan anak, dan ketujuh adalah optimalisasi human capital dalam mendukung bisnis bank ke depan.

"Para pemegang saham mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan strategis yang diambil pada 2021, dalam menghadapi tantangan dan dinamika bisnis yang cepat," ungkapnya.

(hek/hns)