BNI Kejar Pertumbuhan Kredit hingga 7%

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 29 Mar 2021 19:50 WIB
Gedung BNI
Foto: dok BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI optimistis kinerja penyaluran kredit bisa tumbuh hingga 8% pada tahun 2021. Hal itu menyusul adanya tren pemulihan ekonomi nasional dan dunia yang sudah digaungkan sejak awal tahun.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan pertumbuhan kinerja penyaluran kredit baru akan terjadi pada kuartal II-2021.

"Tapi di 2020, di kuartal III, kuartal IV ekonomi ada perbaikan, ada optimisme. Tapi kami BNI, tumbuh kredit di atas rata-rata industri. Jadi walau industri tidak tumbuh tapi kami kreditnya tumbuh 5 persenan. Kita proyeksikan tumbuh 6-7% range pertumbuhan kredit kami. Kami sangat yakin mungkin di kuartal II dan seterusnya," kata Royke dalam press conference secara virtual, Senin (29/3/2021).

Dia menjelaskan, program vaksinasi COVID-19 serta masih adanya stimulus fiskal dari pemerintah, ditambah fasilitas sektor keuangan akan berdampak positif bagi kinerja perbankan salahnya panyaluran kredit.

Beberapa fasilitas sektor keuangan yang sudah diterbitkan adalah kebijakan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor, insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor properti, yang didukunh dengan loan to value (LTV) hinggga 100% atau uang muka alias DP 0%.

"Seiring dengan itu, BNI akan memanfaatkan hal tersebut, lebih baik dari tahun sebelumnya. Jadi itu proyeksi kami, kalAU bisa membaik, mungkin di 8%. BNI melakukan banyak perbaikan di internal, di proses kredit, transaksi, supaya lebih efisien," ungkapnya.

Dalam RUPS tahun buku 2020, BNI membagikan dividen sebesar Rp 820,1 miliar dan mengangkat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto Slamet sebagai Komisaris. Selain itu, perusahaan juga menetapkan sebanyak 75% dari laba bersih tahun lalu atau senilai Rp 2,46 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Royke mengatakan RUPS BNI uga menetapkan beberapa strategi yang akan diimplementasikan pada tahun 2021. Strategi pertama, meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko. Kedua, meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Ketiga, meningkatkan ekspansi binsis secara berkelanjutan.

Keempat, meningkatkan CASA dan Fee Base Income melalui peningkatakan transaksi. Kelima, optimalisasi jaringan dan binsis internasional dengan memperkuat kerjasama partnership. Keenam, optimalisasi kontribusi perusahaan anak, dan ketujuh adalah optimalisasi human capital dalam mendukung bisnis bank ke depan.

"Para pemegang saham mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan strategis yang diambil pada 2021, dalam menghadapi tantangan dan dinamika bisnis yang cepat," ungkapnya.

(hek/hns)