BI Siapkan Penukaran Uang Baru Selama Ramadhan

Ragil Ajiyanto - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 19:54 WIB
Uang baru pecahan Rp 75 ribu (dok. Istimewa)
Foto: Uang baru pecahan Rp 75 ribu (dok. Istimewa)
Jakarta -

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo akan melayani masyarakat yang menukarkan uang pecahan baru saat Ramadhan atau menjelang hari Raya Idul Firtri nanti. Bahkan, masyarakat juga bisa menukarkan uang baru pecahan Rp 75.000.

"Jadi kalau (memberi fitrah) Rp 10 ribu, Rp 20 ribu kekecilan, boleh ngasihnya yang Rp 75 ribu. Penukaran ada yang 75 (pecahan Rp 75.000). Berapapun (permintaan) kita penuhi," ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, ditemui kantor Bupati Boyolali usai menghadiri pembukaan pelatihan public speaking di Pendopo Pemkab Boyolali, Rabu (31/3/2021).

Namun, penukaran uang baru untuk pecahan Rp 75.000 tersebut nantinya dibatasi per orangnya dalam setiap hari. Yaitu per-KTP hanya boleh menukarkan untuk 100 lembar per hari.

"Satu hari satu KTP, boleh 100 lembar. Besok lagi boleh lagi 100 lembar lagi, besok lagi boleh lagi, monggo. Kita pokoknya tidak dibatasi sesuai dengan ketentuan, cuma yang dibatasi adalah kerumunannya," ungkap Nugroho.

Nugroho mengatakan, sesuai dengan kebiasaan masyarakat saat Ramadhan dan Lebaran, kebutuhan uang khususnya pecahan kecil yang baru pasti meningkat. Permintaan warga terhadap uang baru itu meningkat untuk dibagi-bagikan.

"Dan BI selalu siap memenuhi kebutuhan itu. Jadi berapapun kebutuhan masyarakat terkait dengan kebutuhan untuk kebiasaan hari raya, lebaran kita penuhi, kita siapkan," kata dia.

Namun, berapa jumlah uang yang disiapkan KPw BI Solo untuk memenuhi kebutuhan warga yang akan menukarkan uang baru itu. Pihaknya menunggu distribusi dari BI Pusat.

"Untuk jumlahnya kami masih menunggu distribusi dari kantor pusat, tapi pasti mencukupi. Kita pastikan mencukupi. Kan biasanya dari tahun-tahun sebelumnya sudah dipastikan sudah ada. Nah cuma kemarin, tahun lalu kan agak turun. Nah di kebiasaan baru ini kita hitung lagi, apakah akan naik seberapa tinggi karena aktivitas sudah agak pulih. Nah itu yang kami hitung," jelasnya.

Langsung klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2