Mengenal Asuransi Unit Link yang Lagi Ramai

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 04 Apr 2021 14:00 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Belakangan ini dunia maya heboh dengan adanya aksi protes dari nasabah asuransi terkait produk yang bernama unit link. Mereka merasa dirugikan dari produk yang mengandung unsur investasi itu. Lalu apa sebenarnya unit link itu?

Melansir laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Minggu (4/4/2021), unit link merupakan salah satu produk yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi. Unit link berbeda dengan produk asuransi lainnya yang bersifat proteksi penuh.

Unit link mengkombinasikan proteksi dan investasi. Artinya nasabah yang membeli unit link bisa mendapatkan perlindungan asuransi dan juga manfaat investasi yang dikelola oleh perusahaan asuransi.

Dalam skema produk unit link, dana yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi tapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi.

Investment Specialist dari Sucor Asset Management Toufan Yamin menjelaskan, tujuan dari unit link sebenarnya skema produk yang mempermudah nasabah yang ingin berinvestasi sekaligus memiliki unsur proteksi. Namun karena ada unsur investasi maka ada kandungan risiko juga di dalamnya.

"Di sini melekat investasi tentunya ada resiko dan return, jadi mungkin ini yang belum dipahami. Kebanyakan orang beli itu karena sudah diiming-imingi janji sudah pasti untung, sudah ada proteksinya dan sebagainya," dilansir dari program Investime CNBC Indonesia.

Unit link juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan instrumen investasinya. Misalnya Cahs Fund Unit Link, uang nasabah diinvestasikan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan surat utang jangka pendek.

Lalu ada fixed Income Unit Link atau unit link pendapatan tetap. Sebagian besar uang nasabah akan difokuskan pada instrumen obligasi.

Lalu Managed Unit Link atau unit link pendapatan campuran. Nah produk ini akan menginvestasikan uang nasabah di instrumen saham dan obligasi dengan racikan yang tertentu tergantung strategi perusahaan asuransinya.

Terakhir ada Equity Unit Link atau unit link dana saham. Di produk ini porsi uang untuk investasinya akan ditempatkan di instrumen saham. Tentunya masing-masing jenis memiliki karakteristik keuntungan dan risiko yang berbeda-beda.

(das/zlf)