Rupiah Kembali Jalan di Tempat
Jumat, 03 Mar 2006 17:27 WIB
Jakarta -
Nilai tukar rupiah tampaknya malas beranjak dari posisinya. Aliran modal yang masih terus masuk mampu menahan banyaknya permintaan dari korporasi.Pada penutupan perdagangan Jumat (3/3/2006), rupiah ditutup stagnan di level 9.185 per dolar AS. Rupiah sendiri sempat merosot ke level 9.205 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup kembali di bawah level 9.200 per dolar AS. Transaksi di pasar valas pun dikabarkan cukup meriah. Pelaku pasar terdorong oleh berita membludaknya permintaan obligasi internasional pemerintah. Dalam penerbitan obligasi senilai US$ 2 miliar, pemerintah Indonesia mendapat kelebihan permintaan hingga 4 kali lipat. Dirjen Perbendaharaan Depkeu Mulia P. Nasution menyatakan, penerbitan obligasi internasional itu diharapkan akan menguatkan nilai tukar rupiah di samping juga menguatkan cadangan devisa menjadi US$ 37 miliar. "Kita harapkan begitu, bayangkan saja, nanti masuk 2 miliar dolar, sekarangkan cadangan devisa 35 miliar dolar nanti jadi 37 miliar dollar, kita harapkan minggu depan sudah masuk, kan pembayarannya tanggal 9 maret 2006," kata Mulia. Penerbitan 2 seri global bond pemerintah tersebut yaitu Indo-17 dan reopening Indo-35 masing-masing dikeluarkan dengan nilai US$ 1 miliar. Harga pada saat penerbitan untuk Indo-17 sebesar 99,052% dan untuk Indo-35 sebesar 113,454%.Dijelaskan Mulia, untuk Indo-35 yang diterbitkan dengan harga premium, yaitu senilai 113,454% bermakna bahwa biaya yang akan dikeluarkan pemerintah pada pemegang obligasi ketika jatuh temponya akan jadi lebih murah. "Itu jelas artinya buat pemerintah cost-nya jauh lebih murah, menerima cash flow-nya 113% dikalikan harga ini," kata Mulia. Sementara itu untuk Indo-17 yang penerbitannya dengan harga yang lebih rendah, diungkap Mulia, bahwa tentu pemerintah akan berikan diskon sedikit dan ia juga menambahkan bahwa untuk penerbitan obligasi baru tidak akan bisa langsung dijual dengan harga premium. "Tentu ada diskon sedikit,tidak mungkin kalau penerbitan baru langsung premium," tandas Mulia.
(qom/)










































