Mengenal EDCCash, Investasi Bodong yang Ditutup Satgas Tahun Lalu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 09:56 WIB
Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing
Foto: Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing /Foto: Angling Adhitya
Jakarta -

Puluhan member EDCCash mendatangi rumah Abdulrahman Yusuf yang merupakan CEO dari entitas tersebut. Para member menyebut jika sudah beberapa bulan terakhir tak bisa mencairkan uang kripto yang mereka miliki.

EDCCash merupakan E-dinar Coin Cash yang merupakan dompet digital cerdas yang bisa ditambang. Hal ini karena EDCCash merupakan aset digital atau aset kripto yang memiliki nilai jual beli.

Dari laman bisnisedinarcoin.com EDCCash ini bukanlah koin crypto yang terdaftar di coin market cap atau cmc. CMC merupakan adalah website yang menampilkan pergerakan harga aset kripto di di seluruh dunia.

Kembali ke EDCCash yang menyebut bisa menambang dua aset kripto seperti bitcoin dan prizm. Dari hasil mining tersebut EDCCash ini memberikan 0,5% per hari dari total saldo EDCCash yang tersedia di dompet aplikasi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menyebutkan EDCCash sudah ditutup oleh Satgas karena terindikasi melakukan kegiatan jual beli kripto tanpa izin.

"Mereka menjanjikan keuntungan apabila ikut menjadi komunitas dan menambang EDCCash, tetapi member harus membeli koin tersebut terlebih dahulu," kata Tongam saat dihubungi detikcom, Senin (13/4/2021).

Dia menyebutkan EDCCash sudah masuk dalam daftar investasi ilegal sejak Oktober tahun lalu. Menurut dia, jika memang masyarakat ingin berinvestasi di aset kripto harus diperiksa perizinannya dan imbal hasil yang dijanjikan.

"Jangan percaya pada skema investasi yang menjanjikan keuntungan fix, karena harga aset kripto bisa turun. Tidak selalu untung," jelas dia.

Simak juga 'Investasi Bodong 'Share Results'':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)