Perhatian Para Bankir! BI Minta Bunga Kredit 'Wong Cilik' Diturunkan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 16:17 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) meminta perbankan terus menyalurkan kredit dan menurunkan bunga untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) demi mendorong pemulihan ekonomi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ada sejumlah arahan BI untuk mendukung pemulihan ekonomi melalui UMKM.

"Saya harapkan pertama mari kita bersama-sama dukungan dari bank menyalurkan kredit menurunkan suku bunga kredit," kata Perry dalam acara konferensi pers BCA UMKM Fest 2021, Kamis (15/4/2021).

Dia menyebut perbankan bisa terus bersinergi melakukan pembinaan hingga pemberdayaan UMKM. Sementara arahan ketiga ialah digitalisasi sistem pembayaran, digitalisasi perbankan hingga digitalisasi UMKM

Kemudian seluruh pihak bisa terus mendukung program Gerakan nasional bangga buatan Indonesia. "Mari kita semua menjadi panutan membeli produk dalam negeri," tambah Perry.

Sebagai informasi saja, suku bunga acuan BI sejak Januari 2020 hingga Januari 2021 telah turun hingga 125 basis poin (bps) atau 1,25%.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan selama 11 bulan terjadi peiningkatan 4,7 jutaan UMKM on boarding.

Menurut dia, pemerintah akan terus mendorong UMKM go digital dengan bekerja sama bersama pemerintah daerah, e-commerce dan stakeholder terkait. Pada awal tahun ada sebanyak 3,7 juta UMKM go digital.

Luhut menyebut kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini sebesar 61,7%. Ia menuturkan pada tahun 2024 pemerintah menargetkan kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 65%.

Luhut yakin UMKM memiliki potensi yang bagus karena jumlah populasi di Indonesia yang kian besar. Pertumbuhan UMKM akan memberikan dampak positif yaitu terbukanya lapangan pekerjaan.

"Kita harus melihat ini menjadi peluang bagi UMKM untuk memperkuat pondasi bangsa," kata Luhut.

(kil/ara)