Perubahan Iklim di Depan Mata, Bank Raksasa AS Guyur Rp 36.500 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 09:41 WIB
JPMorgan Chase
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Bank terbesar Amerika Serikat (AS), JPMorgan menggelontorkan dana sebesar US$ 2,5 triliun setara Rp 36.500 triliun (kurs Rp 14.600) untuk memerangi perubahan iklim dan berkontribusi dalam pembangunan energi berkelanjutan.

Mengutip CNN, Jumat (16/4/2021), dana itu rencananya disalurkan selama 10 tahun ke depan. Target dari dana itu termasuk US$ 1 triliun untuk membiayai pembangunan energi terbarukan, teknologi bersih baru, pengelolaan limbah, dan konservasi.

Head of Sustainability Global JPMorgan, Marisa Buchanan mengatakan inisiatif dana yang digelontorkan bank menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan lembaga keuangan untuk masa depan energi bersih. Dia juga mengungkap dana US$ 2,5 triliun yang digunakan hingga 2030 itu menjadi target jangka pendek dari JPMorgan.

Sebelumnya, JPMorgan pernah menggelontorkan US$ 200 miliar pada 2020 untuk rencana serupa. Selain JPMorgan, Rival Bank of America (BAC) minggu lalu mengumumkan akan menggelontorkan dana US$ 1,5 triliun, termasuk $ 1 triliun untuk investasi terkait iklim.

JPMorgan, Bank of America, Wells Fargo (WFC) dan bank-bank besar lainnya telah berkomitmen untuk rencana nol emisi gas rumah kaca pada tahun 2050.

Pengumuman tersebut menggarisbawahi seberapa besar tekanan bank untuk menunjukkan mereka juga berkomitmen dalam memerangi krisis iklim. Ini menunjukkan bagaimana Wall Street semakin memandang energi bersih sebagai investasi yang layak, bukan hanya inisiatif.

(ara/ara)