HSBC hingga Standard Chartered Tutup Kantor Cabang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 11:58 WIB
Logo Bank HSBC
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Salah satu bank terbesar di dunia, HSBC memutuskan untuk memangkas ruang kantor dan memiliki cara kerja baru selama pandemi. Para eksekutif bank seperti CEO HSBC Noel Quinn menyebut dirinya tak akan lagi bekerja di ruangan pribadinya di lantai 42.

Dia akan bekerja di hot desk pada area terbuka di lantai bawah. Memang kantor telah diubah menjadi ruang pertemuan klien dan area kolaboratif.

Quinn menyatakan dengan konsep baru ini dirinya tak akan bekerja dengan cara lama yaitu lima hari di kantor dalam satu minggu. "Kantor kami kosong, itu adalah pemborosan tapi ini kenyataanya," kata Quinn dikutip dari CNN, Selasa (20/4/2021).

Awal tahun ini memang HSBC berencana untuk mengurangi jumlah ruangan kantor secara global hingga 40% dalam beberapa tahun ke depan.

Bank akan mengadopsi model kerja yang lebih hybrid yakni pembagian bekerja dari rumah dan dari kantor. Demi mencapai tujuan ini HSBC diprakirakan tak memperpanjang kontrak kantor di pusat kota di tahun-tahun mendatang.

Saat ini HSBC juga sedang dalam proses pemangkasan 35.000 pegawai dan mengalihkan fokus bank ke pasar yang paling cepat tumbuh di Asia. HSBC juga akan memindahkan para petingginya di Hong Kong untuk berkantor di London.

Selain HSBC, bank lainnya seperti Lloyds dan Standard Chartered juga mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah ruang kantor yang biaya sewanya mahal. Mereka menawarkan peraturan tempat kerja yang lebih fleksibel kepada pegawainya.

(kil/ara)