Gubernur BI Buka-bukaan Bunga Kredit Turun, Siapa Juaranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 15:16 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah turun menjadi 3,5% atau turun 150 bps alias 1,5% sejak pandemi COVID-19. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan angka ini merupakan level terendah sepanjang sejarah.

Perry menyebutkan bank sentral juga terus memantau pergerakan suku bunga kredit di perbankan. Hasilnya dari pantauan BI bunga dana sudah mulai mengalami penurunan.

"Masalahnya adalah bagaimana menurunkan bunga kredit perbankan. Kebijakan transparansi suku bunga diarahkan untuk mendorong dan mempercepat mendorong suku bunga perbankan itu," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/4/2021).

Dia mengungkapkan ajakan transparansi ini disambut baik oleh perbankan. Tercermin dari bank BUMN yang menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) yang cukup besar yakni 266 bps menjadi 8,7%.

Kemudian untuk bank swasta juga sudah ada beberapa yang menurunkan SBDK. Karena itu Perry mengajak untuk bank swasta lain dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menurunkan bunga kredit.

Jika sudah turun maka akan berdampak pada bunga kredit mikro yang SBDKnya masih double digit namun sudah mengalami penurunan.

Perry menyebutkan untuk SBDK kredit konsumsi KPR sudah turun 194 bps jadi 8,19%, SBDK Konsumsi non KPR turun 193 bps menjadi 9,25%, lalu SBDK korporasi turun menjadi 8,26%. Kemudian SBDK kredit ritel 136 bps menjadi 8,84%.

"Jadi ini bank bank udah ikuti penurunan SBDK-nya dan itu akan tercermin ke bunga kredit. Makanya terus akan kita dorong kita ajak dan minta ke perbankan untuk turunkan bunga kreditnya," ujar Perry.

Menurut dia untuk SBDK di perbankan ada beberapa komponen yaitu harga pokok dasar kredit cost of fund, overhead cost, dan margin keuntungan.

"Nah ini kami sampaikan dari komponen SBDK cost of fund-nya turun 120 bps, tapi overhead cost dan margin keuntungannya masing-masing 31 bps dan 21 bps. Artinya di sini efisiensi bank diperlukan agar memang overhead cost-nya diturunkan dan margin keuntunganya bisa maksimal," jelas Perry.

Perry menyampaikan BI berupaya untuk terus mendorong perbankan agar bisa segera menurunkan bunga kredit agar bisa mendorong peningkatan kredit di perbankan.

(kil/ara)