ATM di Aceh Sering Kosong, Bank Syariah Indonesia Buka Suara

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 14:28 WIB
Nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunggu antrean di kantor BSI Regional XI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/4/2021). BSI memulai tahapan merger operasional untuk menyatukan sistem layanan guna mendorong pengembangan keuangan syariah yang ditargetkan selesai pada 1 November 2021. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Foto: ANTARA/ARNAS PADDA
Jakarta -

Pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh membuat bank konvensional hengkang. Praktis hanya ada bank syariah di sana, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI).

Namun ternyata proses pelaksanaan qanun tersebut tidak berjalan mulus. Muncul kendala dan keluhan bahwa ATM bank syariah kerap kosong dan transaksi sering gagal.

Pihak BSI pun mengakui kejadian tersebut. Bank hasil peleburan tiga unit bank syariah BUMN tersebut pun meminta maaf.

"Sehubungan dengan pemberitaan mengenai kesulitan nasabah melakukan transaksi perbankan di Aceh, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah," kata Group Head Corporate Secretary, Rosalina Dewi dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Rosalina mengatakan, saat ini BSI masih membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan semua sistem, terutama di Aceh yang sudah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Terkait dengan layanan mesin ATM, BSI juga sedang berusaha untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah.

BSI mengupayakan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan di Aceh bisa teratasi dengan baik.

"Dalam memberikan kemudahan bagi nasabah, Bank Syariah Indonesia menyediakan layanan penyampaian keluhan nasabah melalui aplikasi BSI Mobile, Bank Syariah Indonesia Call di 14040, serta live chat Aisyah melalui www.bankbsi.co.id," tulisnya.

Layanan bank syariah di Aceh disorot. Cek halaman berikutnya.

Simak juga 'Jokowi ke Bank Syariah: Sambut Baik Nasabah Nonmuslim, Gaet Milenial':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2