BSI Pede Penyaluran Kredit di Kuartal II-2021 Masih 'Ngegas'

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 19:35 WIB
CEO Dubai Islamic Bank (DIB) Adnan Chilwan mengunjungi Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Rabu (3/3). Kunjungan ini dalam rangka menjajaki peluang kerjasama.
Foto: Istimewa
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp 159,07 triliun pada kuartal I-2021. Angka itu tumbuh 14,74% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 alias year on year (yoy).

Lebih rinci, pembiayaan itu disalurkan kepada segmen konsumer yaitu Rp 71,58 triliun, segmen korporasi Rp 37,34 triliun, segmen usaha kecil dan menengah sebesar Rp 20,82 triliun, segmen usaha mikro Rp 15 triliun, segmen komersial sebesar Rp 9,6 triliun, dan segmen gadai sebesar Rp 4,35 triliun.

Jika dilihat lebih dalam, pertumbuhan pembiayaan terbesar ada di segmen mikro sebesar 55,08% secara yoy, segmen gadai 38,34% yoy, dan segmen konsumer 28,33% yoy.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, perseroan meyakini pembiayaan akan kembali tumbuh double digit pada kuartal II-2021, terutama melihat pertumbuhan segmen mikro, gadai, dan konsumer tersebut.

Tak hanya itu, dengan adanya kebijakan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang mewajibkan perbankan di Aceh wajib berstatus syariah mulai akhir 2020 kemarin juga dinilai akan terus mendorong pertumbuhan pembiayaan BSI.

"Nah di kuartal II-2021 berapa total pertumbuhan BSI? Mungkin kita masih akan double digit karena masih ada dampak Qanun di semester II kemarin," kata Cahyo dalam konferensi pers virtual Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSI, Kamis (6/5/2021).

Cahyo mengatakan, implementasi Qanun tersebut memang memberikan dampak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sedangkan di tahun lalu kita ingat kuartal II-2020 belum masuk qanun. Jadi pertumbuhannya di kuartal II-2021 masih bisa double digit untuk pembiayaan. Kembali sektornya seperti yang disampaikan di segmen konsumer, gadai, UMKM, dan mikro," imbuh Cahyo.

Untuk sepanjang tahun 2021, pihaknya juga memproyeksi pembiayaan akan tumbuh positif. "Tahun ini, full year berapa? Kita masih belum bisa melihat, tapi kalau sekitar 9-10% itu angka yang masih masuk akal. Tapi kita wait and see pertumbuhannya seperti apa," tandas Cahyo.

(vdl/dna)