3 Fakta Bank Harda Ganti Nama Jadi Allo Bank Usai Dibeli CT

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 11 Mei 2021 18:00 WIB
bank harda
Foto: Dok. bankbhi.co.id
Jakarta -

Pengusaha, Chairul Tanjung (CT) melalui Mega Corpora membeli PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI). Bank Harda sudah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 7 Mei lalu dan ada banyak keputusan yang dilakukan dalam rapat tersebut.

Misalnya kesepakatan penerbitan saham baru melalui mekanisme rights issue alias Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Berikut tiga fakta terkini soal BBHI:

1. Terbitkan 7,5 Miliar Lembar Saham

Dari RUPST tersebut pemegang saham setuju dengan rencana HMETD dan Allo Bank siap menerbitkan saham baru sebanyak 7,5 miliar lembar dengan nominal Rp 100 per lembar.

Para pelaku pasar terpantau merespons positif keputusan RUPST ini yang ditunjukkan oleh kenaikan harga saham BBHI hari yang naik 1,17% ke level Rp 1.300/lembar.

2. Ganti Logo

Sementara pada mata acara rapat kesembilan, Bank Harda akan dikembangkan menjadi bank digital ini siap berganti nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk sekaligus pada mata acara rapat kesepuluh di mana RUPST tersebut mengganti logo perusahaan. Kedua mata acara rapat ini disetujui sebanyak 99,99% total suara yang hadir di rapat.

3. Angkat Komisaris Baru

Dikutip dari keterbukaan informasi keputusan rapat juga menyetujui pengangkatan dan penetapan direksi dan dewan komisaris perseroan. Di antaranya Ronald Waas sebagai Komisaris Utama (Independen), Robertus Soedaryatmo Yosowidagdo sebagai Komisaris (Independen) dan Ali Gunawan sebagai Komisaris.

Kemudian Harry Abbas, Arief Tendeas dan Ari Yanuarto Asah sebagai Direktur. "Pengangkatan Saudara Ronald Waas dan Saudara Ali Gunawan sebagai anggota Dewan Komisaris baru akan berlaku efektif setelah yang bersangkutan lulus uji kepatutan dan kelayakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," dikutip, Selasa (11/5/2021).

(kil/ara)