Pria Ini Bikin Platform Paylater buat Orang Nggak Punya Rekening Bank

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 17 Mei 2021 10:51 WIB
Ilustrasi smartphone
Ilustrasi/Foto: Freepix
Jakarta -

Pria asal Meksiko City, Yusef Jacobs menciptakan sebuah platform paylater atau beli sekarang bayar nanti untuk orang-orang yang tidak punya rekening bank.

Platform bernama Graviti itu dikhususkan untuk membeli peralatan rumah tangga. Melalui Graviti, masyarakat berpenghasilan rendah bisa membeli pemanas air bertenaga surya, kulkas, dan mesin cuci. Platform itu menyediakan pembayaran sekaligus dan kredit tanpa rekening bank.

"Yang kami ukur adalah apakah pelanggan ini benar-benar membutuhkan produk tertentu. Dan jika mereka benar-benar membutuhkannya, mereka akan membayarnya dengan baik," kata Jacobs, dikutip dari CNBC, Senin (17/5/2021).

"Kami memperoleh pelanggan, kami melakukan penjaminan kredit, kami menyetujui kredit tersebut," tambah Jacobs.

Untuk memantau pembayaran pelanggannya, Graviti akan memasang alat pengukur yang tersambung internet di barang yang dibeli oleh konsumennya. Alat itu digunakan untuk mengurangi atau mematikan fungsi barang jika pelanggan terlambat membayar.

"Jika Anda terlambat membayar, katakanlah satu atau dua minggu, maka yang dapat dilakukan oleh pengukur kontrol ini adalah mengontrol aliran air panas dari pemanas air, dan mungkin terbatas pada sejumlah liter per hari. Jika Anda terus terlambat membayar, mungkin kami harus menghentikan aliran air sepenuhnya, "kata Jacobs.

Pria berumur 28 tahun itu meluncurkan Graviti pada akhir 2019. Jacobs awalnya hanya menjual pemanas air tenaga surya. Kini, Graviti telah menambahkan peralatan hemat energi lainnya dan memiliki tujuan untuk memperluas ke negara lain di Amerika Latin di masa depan.

Graviti, yang saat ini memiliki 20 karyawan tetap dan 6 karyawan paruh waktu bukanlah perusahaan rintisan pertama Jacobs. Pada tahun kedua kuliahnya di Universidad Iberoamericana Ciudad de México pada tahun 2014, Jacobs memulai sebuah perusahaan Vitaluz, yang merupakan layanan listrik rumah yang dibayar sesuai keperluan dengan bertenaga surya.

Perusahaan tersebut resmi dibentuk pada tahun 2017, setelah Jacobs lulus dari perguruan tinggi. Pada tahun 2018, Jacobs menjual Vitaluz kepada seorang investor dan produsen rumah pedesaan di Meksiko, Grupo Mia.

Lihat juga Video: BNI Modalkan Rp 6 Triliun Buat Traveloka Lebarkan Layanan PayLater

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)