Penjelasan BNI soal Rencana Tutup 96 Kantor Cabang

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 19 Mei 2021 10:37 WIB
Gedung BNI
Foto: dok BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI buka suara terkait rencana penutupan 96 kantor cabang (kacab) di seluruh Indonesia pada tahun ini. Perseroan membenarkan rencana tersebut dan begini penjelasannya.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Rabu (19/5/2021), emiten berkode BBNI ini menyebut rencana penutupan 96 kacab merupakan langkah bisnis biasa dan sudah dicantumkan dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun 2021.

Penutupan ini, dalam informasi tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bisnis termasuk diantaranya transformasi layanan digital melalui berbagai channel elektronik champion, seperti BNI Mobile Banking, jaringan digital branches termasuk Agen46, ATM, SMS Banking, internet banking, hingga CRM untuk segmen konsumer.

"Laju perkembangan daerah, tren transaksi, habisnya periode sera lokasi outlet, serta penutupan di Aceh karena dikonversi menjadi bank syariah dalam rangka implementasi Qanun," kata Corporate Secretary BNI, Mucharom seperti yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Adapun penutupan kacab yang dimaksud, dikatakan manajemen BNI seperti kantor cabang pembantu, kantor kas dan payment point. Perusahaan memastikan tidak ada satupun karyawan atau pegawai yang diputus hubungan kerjanya karena kebijakan tersebut.

"Terhadap karyawan yang ditempatkan pada outlet yang akan ditutup, maka selanjutnya akan ditugaskan pada outlet terdekat sesuai dengan kompetensinya," katanya.

"Terkait penutupan outlet akibat implementasi Qanun, pegawai yang ditempatkan tetap bekerja pada outlet tersebut namun di bawah entitas yang berbeda (BSI)," tambahnya.

Bagi Perseroan, penutupan 96 kacab tidak memberikan dampak material kepada kinerja keuangan. Sementara itu, perusahaan juga telah memasukkan dalam RBB tahun 2021 rencana pembukaan 22 jaringan kantor baru.

Langkah penutupan, relokasi, dan pembukaan jaringan kantor baru dilakukan Bank BNI telah ditetapkan dengan perhitungan bisnis yang matang dan diyakini akan berkontribusi positif terhadap bisnis dan kualitas layanan yang diberikan perusahaan kepada nasabah.

Manajemen memastikan rencana penutupan 96 kantor cabang tidak akan mengurangi layanan Bank BNI kepada nasabah eksisting maupun masyarakat secara umum.

"Kebutuhan nasabah Perseroan juga tetap dapat dilayani dengan aplikasi BNI Mobile Banking, mesin BNI sonic, ATM maupun CRM. Perusahaan telah menambah fitur-fitur baru pada aplikasi BNI Mobile Banking dan BNI Direct, serta layanan e-Channel lainnya. Kebutuhan nasabah tetap dapat dilayani dengan kapabilitas digital yang semakin baik," katanya.

(hek/eds)