Kritikan Bertubi-tubi Yusuf Mansur soal Bank Syariah Mahal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 21 Mei 2021 06:00 WIB
Ustaz Yusuf Mansur bicara kedekatannya dengan Jokowi dan Sandiaga Uno
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Tokoh agama Ustaz Yusuf Mansur tengah menaruh perhatian pada pengembangan ekonomi syariah belakangan ini. Beberapa poin yang disorot antara lain mengenai pembiayaan yang mahal dan masalah penempatan dana syariah.

Hal itu mulanya diungkap Yusuf Mansur melalui postingannya di Instagram. Awalnya ia, mengunggah logo Bank Syariah Indonesia dan menuliskan caption terkait fungsi dan kepentingan syariah.

"Apa ada kepedulian dunia syariah terhadap syariah itu sendiri? Atau hanya tugas dan kepentingan perusahaan? Perusahaan syariah?," tulisnya, dikutip Kamis (20/5/2021).

Yusuf Mansur menyampaikan ada pekerjaan besar yang harus dilakukan oleh pemimpin untuk masyarakat. Misalnya, masih mahalnya produk pembiayaan hingga tempat menyimpan dana di aset manajemen.

Dia juga menyebut PAM (Paytren Aset Management) yang merupakan satu-satunya syariah tak diajak bicara sedikitpun. Padahal, menurut dia hal itu untuk perjuangan pengembangan ekonomi syariah.

Kemudian dia juga menyinggung terkait keberpihakan terhadap dunia pesantren dan dunia syariah. "Ada suaranya? Kalaupun ada, suara buat siapa? Kepentingan perusahaan balik-baliknya, kepentingan bertahan dan untung bukan murni?," tambah dia.

Perbankan syariah disebut masih berbiaya tinggi dibanding konvensional. Dalam keterangan tertulisnya, Yusuf Mansur menjelaskan, hal ini membuat pembiayaan di bank syariah sulit dijangkau oleh masyarakat. Padahal seharusnya sebagai bank syariah bisa menyentuh masyarakat bawah.

Dia akan buka-bukaan soal mahalnya biaya di bank syariah ini. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui fakta di lapangan.

"Ini baru permulaan, saya mau buka mahalnya pembiayaan dibandingkan konvensional, biar masyarakat melek," kata dia.