Bos BCA Bilang Uang Bulukan Bisa Tularkan COVID-19

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 13:05 WIB
Ilustrasi Uang Receh Konsumsi Rupiah Inflasi Belanja
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah memulai program vaksinasi gotong royong per Senin (24/5/2021) kemarin. Untuk tahap awal karena keterbatasan jumlah vaksin, BCA memprioritaskan pemberian vaksin kepada karyawan frontliner dan backliner yang mendukung terlebih dahulu.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja pun menjelaskan alasannya memprioritaskan karyawan frontliner dan backliner pendukung pada tahap awal vaksinasi gotong royong tersebut. Lantaran, para karyawan ini sering berhadapan langsung dengan nasabah yang rata-rata membawa uang tunai.

Sedangkan, uang tunai sendiri rentan menjadi media penularan penyakit seperti virus COVID-19.

"Kalau di kota besar mungkin uangnya masih bagus mulus-mulus. Nah kalau ditempat-tempat kecil dekat pasar itu sudah basah-basah loh, sudah uang hampir setengah bulukan dan mereka harus terima itu uang resmi pemerintah loh. Nah ini kan kondisi yang memungkinkan terjadinya penularan," ujar Jahja dalam Virtual Press Conference Vaksinasi Insan BCA, Senin (24/5/2021).

Menurut Jahja, sampai saat ini belum ada smartphone yang bisa digunakan menyetor dan menarik uang tunai sendiri. Kalau pun ada, belum tentu negara mengizinkan hal semacam itu terjadi. Untuk itu, mau tidak mau, para frontliner ini mau tidak mau harus tetap ada berhadapan dengan nasabah dan uang tunai dari mana saja.

"Belum ada smartphone yang bisa keluarkan uang tunai sampai sekarang mungkin BI juga melarang itu tidak boleh jadi harus mau tidak mau suka tidak suka harus datang ke cabang. Nah mereka kan harus dilayani," katanya.

"Untuk itulah kita memprioritaskan teman-teman kita di BCA yang nanti secara bertahap tentunya sesuai ketersediaan vaksin untuk mendapatkan ini," sambungnya.

Untuk jumlah karyawan yang lebih dulu divaksin, tak disebut angka pastinya. Namun, Jahja memastikan seluruh karyawan dan keluarganya pada gilirannya akan dapat vaksin gotong royong ini. Ia memberi gambaran, saat ini ada sekitar 50.000-60.000 karyawan BCA tersebar di seluruh cabang dan anak usahanya di Indonesia.

"Sekitar 50.000-60.000 termasuk keluarga. Karena memang BCA bukan hanya BCA kan ada anak-anak perusahaan kita," katanya.

Jahja juga enggan membocorkan banyaknya vaksin yang diterima BCA pada tahap awal vaksinasi gotong royong tersebut. Namun, untuk jenis vaksinnya dipastikan berbeda dari jenis vaksin program pemerintah yang diberikan secara gratis yaitu vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer.

Dengan begitu, jenis vaksin yang dipakai adalah vaksin Sinopharm yang merupakan salah satu merek vaksin yang diperbolehkan dipakai untuk program vaksinasi gotong royong.

"Untuk mereknya sementara yang sudah bisa dipakai ya Sinopharm, karena untuk membedakan. Karena dari awal kesepakatan vaksin gratis dan vaksin gotong royong harus berbeda mereknya," katanya.

Jahja enggan membocorkan jumlahnya karena keterbatasan dosis tadi. Untuk itu, ia juga tidak bisa memastikan berapa alokasi yang diterima perusahaannya.

"Kita akan terus memvaksinasi sesuai ketersediaan vaksin. Mohon mengerti, ketersediaannya memang terbatas," ucapnya.

Simak juga video 'Waspada! Kasus Aktif Corona Naik, Kesembuhan Turun':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)