Bos Himbara Blak-blakan soal Cek Saldo & Tarik Tunai ATM Link Berbayar

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 19:45 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso
Foto: BRI
Jakarta -

Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) mulai mengenakan biaya transaksi yang dilakukan di ATM Link mulai Selasa, 1 Juni 2021 mendatang. Menurut Ketua Himbara, Sunarso, tidak ada ketentuan yang dilanggar dengan pemberlakuan kebijakan tersebut.

Sebab menurutnya, kebijakan pengenaan biaya ini sudah pernah dilakukan sebelum tahun 2018. ATM Link ini awalnya dibentuk sebagai sinergi bank-bank pelat merah, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BMRI) agar bank bisa lebih efisien.

"Tidak ada ketentuan dilanggar, sebelum 2018 biaya itu juga dikenakan. Setelah 2018 pada periode promosi dibebaskan dan sekarang dikenakan lagi, tapi tidak semahal 2018 dan tidak semahal ATM yang lain," kata Sunarso yang juga Direktur Utama BRI ini, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (25/05/2021).

Diungkapkannya, transaksi akan dikenakan biaya apabila nasabah menggunakan ATM yang tidak sama dengan kartu debit yang dimiliki dari 4 bank BUMN tersebut. Transaksi yang dikenakan itu ialah biaya cek saldo Rp 2.500 dan Rp 5.000 untuk tarik tunai untuk transaksi off us.

"Perlu diketahui yang dikenakan biaya itu adalah apabila menggunakan kartu, misalnya kartu BRI cek saldo di ATM bukan BRI. Jadi, kalau ATM-nya BRI dipakai di ATM BRI, sama dengan mesinnya itu tidak dikenakan biaya," jelas Sunarso.

Selain itu, kata Sunarso, nasabah dapat mengakses layanan digital banking maupun internet banking. Dengan begitu, nasabah akan terhindar pengenaan biaya biaya.

"Kedua supaya pakai mobile saja, nggak perlu ke ATM, ini semua memanjakan kepada nasabah dan kalau dibanding ATM, ini masih jauh lebih murah dan bahkan tetap gratis," lanjutnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Konsumer BRI Handayani menjelaskan dasar kebijakan pengenaan biaya di ATM link karena besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengintegrasikan seluruh ATM Himbara. Ia menambahkan jika yang dikenakan hanyalah off us transaction.

Untuk diketahui biaya transfer melalui ATM Link ke bank BUMN tetap sama Rp 4.000 per transaksi. Sementara biaya tarik tunai di ATM Link oleh kartu non-bank BUMN dipatok Rp 7.500, transfer Rp 6.000, dan cek saldo Rp 4.000.

Selain ATM Link, terdapat jaringan ATM lainnya yang juga digunakan di Indonesia, yakni ATM Prima dan ATM Bersama yang bisa digunakan oleh seluruh nasabah bank yang menggunakan jaringan tersebut. Untuk ATM Prima misalnya, untuk cek saldo biaya yang dikenakan sebesar Rp 4 ribu, untuk tarik tunai Rp 7.500, dan transfer antar bank dikenakan Rp 6.500.

Tarif serupa juga berlaku pada jaringan ATM bersama, yakni Rp 4 ribu untuk mengecek saldo, tarik tunai Rp 7.500 dan transfer antar bank Rp 6.500. Dengan demikian, untuk transaksi di ATM Bersama dan ATM Prima, biaya lebih besar daripada kartu bank Himbara bertransaksi di ATM Link.

Lihat juga video 'Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,2%-5,8% Tahun 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/hns)