Top! Produk Lokal dari Kawasan Ijen Mau Tembus Ekspor

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 26 Mei 2021 16:15 WIB
Kawah Ijen maupun Kawah Wurung di Bondowoso, keindahannya tak ada yang meragukan. Tapi, taukah Anda jika dua kawasan itu merupakan sisa letusan Gunung Ijen Purba sekitar 300 ribu tahun lalu?
Foto: Chuk Shatu Widarsha
Jakarta -

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan produk lokal unggulan sehingga menciptakan daya saing berkualitas ekspor dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha guna menopang ekonomi kerakyatan di kawasan Ijen.

LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI mendukung program Pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi seperti saat ini salah satunya kawasan agrowisata.

Direktur Pelaksana II LPEI, Maqin U. Norhadi menyampaikan, hal ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan menciptakan daya saing berkualitas ekspor. "LPEI membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di Kawasan Agrowisata Ijen Banyuwangi antara lain program pelatihan sertifikasi organik bagi para petani beras dan kopi," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (26/5/2021).

Dia menjelaskan sinergi dan komitmen LPEI tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan kerja sama antar pihak, LPEI dengan Koperasi Klaster Ijen Banyuwangi (KKIB) dan PT Souvantara Portaverda Gemilang (Souvantara) pada tanggal 5 Mei 2021 yang lalu.

Simbolisasi Peluncuran Program Pendampingan Pengembangan Potensi Ekspor Kawasan Agrowisata Ijen Banyuwangi disaksikan oleh Asisten Pemkab bidang Perekonomian dan Pembangunan, Guntur Priambodo, Direktur Pelaksana II LPEI, Maqin U. Norhadi, dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus menandai dimulainya program pelatihan.

Guntur Priambodo mengungkapkan bahwa Pemkab Banyuwangi mendukung segala pihak yang dapat memajukan perekonomian khususnya Banyuwangi.

"Banyuwangi tengah bangkit dari situasi ekonomi yang ada saat ini. Khususnya ekspor, di tahun ini sudah ada beberapa sektor yang mampu melakukan ekspor perdana. Ekspor langsung juga sudah bisa dilakukan melalui Pelabuhan Banyuwangi, sehingga kita sangat dukung kerja sama KKIB, Souvantara dan LPEI agar komoditas kopi dan beras Banyuwangi dapat masuk ke Pasar Internasional" ujar Guntur.

"Program Jasa Konsultasi LPEI melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan ini akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan berbagai pihak lainnya sebagai narasumber yang ahli dibidangnya dengan durasi selama tujuh bulan. Dan diharapkan diakhir tahun 2021 ini, KKBI sudah dapat melakukan ekspor perdana bagi komoditi beras dan kopi," ujar Maqin.

Banyuwangi merupakan kabupaten yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Bali, sehingga menjadikannya daerah perbatasan yang strategis. Banyuwangi yang memiliki kawasan Taman Nasional Agrowisata Kawasan Ijen ini terkenal dengan keindahan alamnya, sehingga dijadikan tujuan wisata lokal maupun mancanegara.

Selain obyek pariwisata, kawasan ini pun memiliki produk beras dan kopi yang telah lama dibudidayakan oleh sebagian besar masyarakat, khususnya di lereng pegunungan Ijen Banyuwangi, wilayah Glagah (untuk komoditi padi) dan Kalipuro (untuk komoditi kopi). Keunggulan lainnya adalah kedua komoditi ini dikelola dengan baik sehingga memiliki nilai dan daya saing yang tinggi.

(kil/fdl)