Prajurit TNI yang Gugur di Papua Dapat Santunan Rp 450 Juta

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 14:08 WIB
Papua dan Papua Barat (Google Maps)
Foto: Papua dan Papua Barat (Google Maps)
Jakarta -

PT ASABRI (Persero) menyerahkan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) sebesar Rp 450 juta dan hak Nilai Tunai Tabungan Asuransi (NTTA) kepada Ahli Waris Prada Ardi Yudi Arto di Makorem 161/Wira Sakti, Kupang (31/05/2021).

Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Jemz A. Ratu Edo mewakili Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R Jatmiko mendampingi Direktur Utama Asabri Wahyu Suparyono menyerahan santunan tersebut secara simbolis kepada Heli Astutik, Ibu kandung dari ahli waris Alm. Prada Ardi.

"Kami turut berbela sungkawa atas gugurnya almarhum, almarhum merupakan prajurit terbaik Indonesia. Semoga almarhum ditempatkan di tempat terbaik Tuhan YME, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, serta santunan yang diberikan dapat bermanfaat," kata Wahyu ditulis Selasa (1/6/2021).

Komisaris Utama Asabri Fary Djemy Francis menambahkan bahwa pihaknya ditugaskan menjaga hak prajurit TNI tetap aman.

"Kami ditugaskan oleh Menteri Pertahanan dan Menteri BUMN untuk menjaga ASABRI berkaitan dengan hak-hak daripada prajurit TNI tetap aman dan turut bela sungkawa atas gugurnya alm Prada Ardi Yudi Arto," tutur dia.

Kasrem 161/WS, Kolonel Inf Jemz menyampaikan terima kasih kepada ASABRI atas pelayanan yang diberikan kepada ahli waris.

"Semoga menjadi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan terutama bagi ahli waris Alm Prada Ardi Yudi Arto," ujarnya.

Selain dari ASABRI, ahli waris juga mendapat bantuan Tali Asih sebesar Rp 10 juta dari PT Bank Mandiri Taspen (Mantap), yang diserahkan oleh Direktur IT dan Network Bank Mantap Iwan Soeroto dan Direktur Bisnis Agus Sanjaya.

"Kami atas nama Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menyampaikan terima kasih kepada pihak ASABRI yang telah mempercayakan kepada Bank Mantap sebagai mitra bayar kepada pahlawan Prada Ardi Yudi Arto semoga amanah ini slalu kita jaga dgn baik dan memberikan layanan yang terbaik kepada keluarga," tutur Iwan.

Acara ini dihadiri Kepala Divisi Pengelolaan Pelayanan Vian Devian Ruyatna, Kakancab ASABRI Kupang Petrus S Sirait dan sejumlah Forkopimda Prov NTT antara lain Danlantamal VII/Kupang Laksma TNI I Gusti Kompiang Aribawa.

Sebagai informasi, dua prajurit TNI diserang orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Yahukimo, Papua pada 18 Mei 2021. Satu prajurit dilaporkan gugur.

Prajurit TNI yang gugur bernama Prada Ardi Yudi, anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) dari Yonif PR 432/WSJ. Sementara rekannya, Praka Alif, terluka.

(ara/dna)