Obligasi Internasional Jatuh Tempo 2006 Rp 3,7 Triliun
Rabu, 15 Mar 2006 14:38 WIB
Jakarta - Obligasi internasional yang jatuh tempo tempo tahun ini senilai Rp 3,7 triliun. Namun pembayarannya obligasi berseri Indo-06 ini dipastikan tidak akanmempengaruhi APBN 2006, mengingat obligasi ini di-managed oleh Bank Indonesia (BI).Obligasi ini diterbitkan pada tahun 1996 secara bersama-sama antara BI dan pemerintah melalui Dewan Moneter. Penerbitan obligasi internasional ini bertujuan meningkatkan cadangan devisa."Jadi tidak akan mengganggu APBN," ujar Direktur Pengelolaan SUN Rachmat Waluyanto di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (15/3/2006).Rachmat menambahkan, setelah sukses menerbitkan obligasi Indo-17 dan reopening Indo-35 beberapa waktu lalu, tahun ini pemerintah untuk sementara tidak akan menerbitkan obligasi internasional. Alasannya, pasar obligasi domestik masih bisa menyerap surat utang yang diterbitkan pemerintah."Buat apa kita menambah international bond, karena obligasi internasional itu akan meningkatkan currency exposure risk kita," ujarnya.Namun diakui, penerbitan obligasi internasional memiliki dampak postif yakni menambah cadangan devisa. Hal ini terlihat dari menguatnya nilai tukar rupiah.Obligasi internasional juga dapat digunakan untuk menentukan benchmark obligasi berikutnya dan menghindari kekacauan (crowding out) di pasar domestik.
(ir/)











































