BI Sudah Suntik Likuiditas Jumbo Rp 815 Triliun, Nggak Bahaya?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 17:01 WIB
Gedung bank Indonesia (BI).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) sudah melakukan quantitative easing (QE) atau menyuntikkan likuiditas ke pasar uang dan perbankan sebesar Rp 815,47 triliun. Angka tersebut tercatat sejak 2020 hingga 21 Mei 2021.

"Jumlahnya akumulasi sampai dengan Mei kemarin mencapai Rp 815 triliun," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam webinar Infobank, Kamis (3/6/2021).

Dia memastikan BI melakukan kebijakan tersebut secara terukur agar bertambahnya jumlah uang beredar, imbas kebijakan quantitative easing tidak menyebabkan dampak yang tidak diinginkan.

"Tentu saja itu tetap terukur. Dari waktu ke waktu pada saat counter cyclical itu terjadi kita terus pantau indikator-indikator uang beredar untuk tidak menjadikan tambahan likuiditas itu menjadi membahayakan," jelas dia.

Jika tidak dikelola dengan baik, meningkatnya jumlah uang beredar bisa memicu inflasi. Namun, pernah dikatakan Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah bahwa iInflasi di Indonesia lebih dikarenakan permasalahan distribusi dan supply.

"Kalau pemerintah mempersiapkan sisi supply termasuk mengatur rantai distribusi dengan baik, meskipun kita meningkatkan jumlah uang beredar melalui quantitative easing-nya BI, menurut saya inflasi masih bisa terjaga," jelasnya 24 April 2020 lalu.

(toy/dna)